|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
10 Agustus 2008
Matius 14:22-33
Aku ini, jangan takut! |
|
|
|
|
|
|
|
|
“Jangan takut...!” Anjuran atau nasihat ini dalam Alkitab
amat akrab di telinga kita. Ia menjadi salah satu ciri
penting dari relasi antara Tuhan dengan umat-Nya, antara
Tuhan dengan kita. Kita, yang harus hidup dalam dunia
yang penuh tantangan dan permasalahan yang bisa membuat
takut. “Aku ini, jangan takut...!” adalah bukti campur
tangan-Nya: penyertaan, bimbingan dan pertolongan-Nya
bagi kita.
Petrus, dalam bacaan kita, memberikan respons yang amat
menarik atas anjuran Yesus itu: “Tuhan, apabila Engkau
itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas
air,” (ayat 28). Dengan itu Petrus tidak hendak
menonjolkan diri serta melakukan sesuatu yang
spektakular. Ia juga tidak hendak menuntut-nuntut janji
atau anugerah Tuhan. Ia minta untuk diperintah. Disuruh
untuk “seperti Yesus, mengikut Dia”. Dan ketika Yesus
mengatakan: “Datanglah!” Petrus menaati-Nya.
Mula-mula Petrus berhasil berjalan dengan tegak. Namun
kemudian dengan mata tertuju kepada Yesus, ia merasakan
juga tiupan angin. Ia menjadi ragu-ragu. Dalam bahasa
Jerman ragu-ragu adalah zweifeln. Zwei berarti dua.
Ragu-ragu berarti “mendua”, berada di jalan yang
bercabang dua. Dengan mata tertuju kepada Tuhan tetapi
juga tetap berkuatir dan takut.
Namun dalam keadaannya itu Petrus berseru: “Tuhan,
tolonglah aku!” Maka bahkan dalam situasi “hampir
tenggelam” itu Yesus tetap mau menolongnya. Dalam
situasi kejatuhan dan kegagalan Tuhan tetap berkata:
“Aku ini, jangan takut!” Baru sesudah itu Yesus menegur
keragu-raguan Petrus. Dan hal ini menjadi pola dari
relasi Petrus dengan Tuhannya.
Tidakkah Petrus adalah juga contoh nyata dari hidup kita?
Itu sebabnya kita tidak perlu kuatir dan takut. Kita
mempunyai Dia yang menjadi panutan sekaligus pelindung
serta penolong kita. Dan kalaupun kita terperangkap
dalam ketakutan bahkan kegagalan, kita tetap boleh
berseru: “Tuhan, tolonglah aku!”
(PWS) |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|