Navigasi
• Halaman Muka
• Khotbah Minggu
• Kasut
• Renungan
• Refleksi
•Gurat
• Profil
• Kesaksian
• Teologi
• Keluarga
• Kesehatan
• Edukasi
• Bible Talks
• Pastoralia
• Antar Kita
• Remaja
• Media Mall
Warta Jemaat
• Warta Kebaktian
• Warta Keluarga
• Warta Majelis
• Warta Komisi/Tim/ Seksi
Layanan Jemaat
• Keanggotaan
• Layanan Baptisan
• Katekisasi & Sidi
• Layanan Pernikahan
• Konseling Pendeta
Kegiatan Ouikumenis
• Gerakan Orang Tua Asuh
• Balai Pengobatan
• Kunjungan
• Dukungan Posyandu
• Sumbangan Sosial
 
 Khotbah Minggu
  27 Juli 2008
Kejadian 29 : 15-28; Mazmur 105 : 1-11; Roma 8 : 26-39; Matius 13 : 31-43
Tak Terpisahkan dari Kasih Kristus
   
  Salah satu anugerah terbesar yang dapat diterima oleh seseorang adalah persahabatan. Persahabatan adalah sebentuk ikatan yang jauh lebih daripada sekadar tujuan yang sama, kesenangan yang sama, sejarah yang sama. Persahabatan adalah ikatan yang jauh lebih kuat daripada yang dapat diberikan oleh hubungan jasmani, jauh lebih mendalam daripada yang dapat dijalin oleh pengalaman senasib-sepenanggungan, dan bahkan dapat lebih intim daripada ikatan hidup dalam perkawinan atau komunitas. Bersahabat berarti berada dengan yang lain dalam kegembiraan dan kesedihan, juga kalau tidak mampu menambah kegembiraan atau mengurangi kesedihan. Persahabatan adalah persatuan jiwa yang membuat kasih itu tulus, luhur dan mulia. Persahabatan membuat segala sesuatu dalam hidup ini memancarkan sinar.

Hubungan persahabatan inilah yang dirasakan oleh Rasul Paulus dalam kehidupan sehari-hari bersama dengan Tuhan Yesus. Baik dalam senang maupun dalam susah, dalam kekurangan maupun dalam kelebihan, kasih itu selalu saja hadir dan memancarkan sinar dalam kehidupan ini.

Tuhan Yesus menyampaikan realitas Kerajaan Sorga seperti “biji sesawi” yang begitu kecil dengan bentuk pertumbuhannya yang tidak terduga dan mengumpamakan pola kerja Kerajaan Allah seperti “ragi”. Pola kerja ragi dalam suatu adonan roti tidak dapat terlihat oleh mata inderawi manusiawi.  Tetapi walaupun ragi itu serba kecil dan tidak kelihatan oleh mata, namun yang kecil itu ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar sehingga dapat mengkhamirkan seluruh adonan roti. Demikian pula kuasa anugerah dan keselamatan Allah di tengah-tengah kehidupan umatNya. (Mat.13 :31-43)

Apakah kasih saudara dan saya pada Tuhan Yesus semakin besar justru di saat yang sulit dan kritis? Ini berarti tidak ada lagi yang dapat memisahkan saudara dengan kasih Kristus. Karena itu SETIALAH.  Amin.

(TT)
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003