|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
27 Juli 2008
Kejadian 29 : 15-28; Mazmur 105 : 1-11; Roma 8 : 26-39; Matius 13 : 31-43
Tak Terpisahkan dari Kasih Kristus |
|
|
|
|
|
|
|
|
Salah satu anugerah terbesar yang dapat diterima oleh
seseorang adalah persahabatan. Persahabatan adalah
sebentuk ikatan yang jauh lebih daripada sekadar tujuan
yang sama, kesenangan yang sama, sejarah yang sama.
Persahabatan adalah ikatan yang jauh lebih kuat daripada
yang dapat diberikan oleh hubungan jasmani, jauh lebih
mendalam daripada yang dapat dijalin oleh pengalaman
senasib-sepenanggungan, dan bahkan dapat lebih intim
daripada ikatan hidup dalam perkawinan atau komunitas.
Bersahabat berarti berada dengan yang lain dalam
kegembiraan dan kesedihan, juga kalau tidak mampu
menambah kegembiraan atau mengurangi kesedihan.
Persahabatan adalah persatuan jiwa yang membuat kasih
itu tulus, luhur dan mulia. Persahabatan membuat segala
sesuatu dalam hidup ini memancarkan sinar.
Hubungan persahabatan inilah yang dirasakan oleh Rasul
Paulus dalam kehidupan sehari-hari bersama dengan Tuhan
Yesus. Baik dalam senang maupun dalam susah, dalam
kekurangan maupun dalam kelebihan, kasih itu selalu saja
hadir dan memancarkan sinar dalam kehidupan ini.
Tuhan Yesus menyampaikan realitas Kerajaan Sorga seperti
biji sesawi yang begitu kecil dengan bentuk
pertumbuhannya yang tidak terduga dan mengumpamakan pola
kerja Kerajaan Allah seperti ragi. Pola kerja ragi
dalam suatu adonan roti tidak dapat terlihat oleh mata
inderawi manusiawi. Tetapi walaupun ragi itu serba
kecil dan tidak kelihatan oleh mata, namun yang kecil
itu ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar
sehingga dapat mengkhamirkan seluruh adonan roti.
Demikian pula kuasa anugerah dan keselamatan Allah di
tengah-tengah kehidupan umatNya. (Mat.13 :31-43)
Apakah kasih saudara dan saya pada Tuhan Yesus semakin
besar justru di saat yang sulit dan kritis? Ini berarti
tidak ada lagi yang dapat memisahkan saudara dengan
kasih Kristus. Karena itu SETIALAH. Amin.
(TT) |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|