|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
29 Juni 2008
Kejadian 22:1-14; Roma 6:12-23; Matius 10:40-42
Mempersembahkan Yang Paling Dikasihi |
|
|
|
|
|
|
|
|
Mempersembahkan yang paling dikasihi berarti memberikan
yang terbaik kepada Allah. Itulah inti dari tes iman
Abraham. Ishak, putera perjanjian itu sudah bertambah
besar. Cinta Abrahampun bertambah dalam kepadanya. Maka
tibalah saatnya Abraham kembali harus membuktikan
imannya, bahwa ia rela memberikan yang terbaik dalam
hidupnya yaitu Ishak kepada Allah. Abraham berhasil
membuktikan imannya dengan baik.
Memberikan yang terbaik kepada Allah bukan hanya
mempersembahkan yang kita miliki, tetapi juga memberikan
diri sendiri. Tentu diri kita yang baik, itulah artinya
memberikan yang terbaik dalam konteks diri. Karena itu,
rasul Paulus mengingatkan kita agar kita juga senantiasa
melawan dosa dan terus berupaya hidup kudus di
hadapanNya. Ini juga bagian dari mempersembahkan yang
paling dikasihi.
Sedangkan dalam injil Matius, kita juga diajar untuk
menyambut hamba-hamba Allah, para utusan Tuhan. Itu juga
bagian dari memberikan yang terbaik, mempersembahkan
yang paling dikasihi. Sebab apa yang kita lakukan
terhadap para hamba Allah itu sesungguhnya apa yang kita
lakukan kepadaNya.
Ternyata memang banyak cara yang bisa kita lakukan untuk
mengungkapkan cinta kita kepadaNya. Nah, apakah Dia
masih menjadi yang paling utama dihidup kita? Mari kita
belajar kembali dari Abraham yang mau memberikan yang
terbaik dalam hidupnya, mempersembahkan yang paling
dikasihi, Ishak, anaknya.
[RDj] |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|