|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
15 Juni 2008
Kejadian 18 : 1 - 15, Matius 9 : 35 – 10 : 8
Tetap Percaya, Walau Tertindas |
|
|
|
|
|
|
|
|
Masalah dalam kehidupan manusia tidak pernah berakhir.
Hidup manusia diisi dengan perjuangan demi perjuangan
untuk mengatasi permasalahan. Jadi, seharusnya manusia
menyadari benar bahwa penderitaan, kesulitan dan
kesesakan, begitu dekat dengan kehidupan ini. Tidak ada
yang mengejutkan atau mengherankan dalam penderitaan
manusia. Sekeras apapun usahanya, manusia tidak dapat
membuat dirinya terhindar dari masalah. Namun ketika
persoalan hidup menghadang, ada banyak pilihan bagi
manusia untuk keluar dari permasalahannya. Salah satunya
adalah dengan meminta dan mengharapkan, pertolongan
Allah.
Membuat pilihan untuk bersandar pada pertolongan Allah
bukanlah pilihan yang mudah, karena ketika pilihan itu
dibuat tidak serta merta kita melihat keadaan segera
berubah. Mungkin Allah memulihkan dan menolong kita
dengan waktu yang panjang (seperti pengalaman Abraham
ketika mendapat janji Allah); mungkin pula Allah memakai
kehadiran orang percaya lainnya untuk menolong dan
meringankan pergumulan kita (seperti murid-murid yang
diutus Yesus). Apapun cara yang dilakukan Allah, ada
sebuah kepastian bahwa Allah peduli dan turun tangan
untuk menolong setiap orang yang percaya dan
mengandalkan kuasa-Nya.
Hal inilah yang perlu disadari dan diyakini oleh anggota
jemaat ketika mereka berada dalam pergumulan hidup yang
berat dan memilih untuk tetap beriman teguh kepada
Allah. Iman mereka kepada Allah harus nyata dalam setiap
keputusan hidup yang mereka buat. Pengakuan akan
kemahakuasaanAllah hanya sekadar sebuah dogma saja jika
dalam pergumulan hidup yang berat manusia bersandar dan
tidak melibatkan Allah di dalamnya. Sebaliknya,
pengakuan itu menjadi bagian dari pengalaman iman yang
tidak terbantahkan, yaitu pada saat kita melihat
pertolongan Allah yang tepat pada waktunya melepaskan
kita dari himpitan persoalan hidup. Karena itu, marilah
kita tetap percaya, meski situasi hidup menindas kita.
[RDj] |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|