|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
1 Juni 2008
Kejadian 12 : 1-9; Roma 4 : 13-25
Tetap Teguh Kepada Janji Allah |
|
|
|
|
|
|
|
|
Mendapat janji akan berketurunan, dalam konteks Abraham
adalah sesuatu yang tidak logis. Bayangkan usianya sudah
100 tahun dan rahim Sara (istrinya) sudah tertutup (Roma
4 : 19B)
Tidak ada dasar sama sekali untuk berharap (secara logis)
kecuali hanya kepada janji Allah. Begitu juga ketika
Abraham dipanggil keluar (Kej 12 : 1). Mengenai negeri
tempat Abraham menetap kelak, Tuhan hanya berkata :
Akan Kutunjukkan kepadaMu tidak ada petunjuk lain,
tetapi Abraham percaya pada janji Tuhan itu.
Pengalaman Abraham ini sesungguhnya juga sering menjadi
pengalaman kita. Di tengah situasi perekonomian yang
sulit, harga-harga yang terus melambung, maka
satu-satunya pengharapan kita adalah janji Allah, bahwa
Ia akan menyertai kita selama-lamanya.
Iman Abraham ini diperhitungkan Allah kepadanya
sebagai kebenaran, dan Allah menggenapi janjiNya. Lalu
bagaimana dengan kita? Roma 4 : 23-24 menyatakan, jika
kita memegang teguh janji Allah seperti Abraham, Ia juga
akan memperhitungkan hal itu kepada kita sebagai
kebenaran. Karena itu marilah kita belajar percaya dan
memegang terus janjiNya di tengah situasi hidup yang
sulit ini. Kiranya Tuhan menguatkan kita semua. Amin.
[RDj] |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|