|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
25 Mei 2008
Roma 1:16-17
Integritas Iman Dan Tindakan |
|
|
|
|
|
|
|
|
Malu adalah salah satu realita hidup yang bisa terjadi di
setiap usia manusia. Sejak anak saya berusia 3 tahunan, ia
sudah merasa malu jika dimarahi di depan orang banyak.
Tidak sedikit remaja yang malu jika ia terlambat masuk ke
kebaktian remaja. Bahkan seorang pemudapun, akan malu jika
cintanya ditolak seorang pemudi.
Rupanya, Paulus juga menyadari bahwa orang Kristen bisa
malu karena Injil. Bukan hanya malu, tetapi mereka juga
takut menunjukkan diri sebagai pengikut Kristus. Memang
hati mereka percaya kepada Kristus, tetapi hidup mereka
tidak menunjukkan sikap seorang yang percaya kepada
Kristus. Hidup seperti itu disebut hidup yang tidak
berintegritas.
Banyak orang Kristen menganggap bahwa yang terpenting
dalam hidup Kristen adalah hati yang percaya dan bersandar
kepada Kristus. Lebih khusus lagi, jika percaya itu
ditunjukkan dengan melakukan kewajiban-kewajiban agama
seperti berdoa, baca Alkitab, pergi ke gereja setiap
minggu, dan memberi persembahan, termasuk mempersembahkan
sesuatu di bulan peduli ini.
Namun demikian, sesungguhnya hidup Kristen berarti
menggunakan seluruh kekuatan yang berasal dari diri dan
dari Tuhan, untuk menunjukkan Kristus dalam hidup
keseharian kita. Sehingga alasan malu, takut, tidak
berani, sungkan, apalagi sibuk, tidak menjadi
halangan bagi kita untuk menunjukkan hidup yang penuh
syukur kepada Sang Juruselamat, dengan cara bersaksi dan
berkarya bagi Dia. Orang seperti itulah yang dibenarkan
Allah dan disebut berintegritas. Apakah kita sudah
berintegritas?
(Riajos) |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|