Navigasi
• Halaman Muka
• Khotbah Minggu
• Kasut
• Renungan
• Refleksi
•Gurat
• Profil
• Kesaksian
• Teologi
• Keluarga
• Kesehatan
• Edukasi
• Bible Talks
• Pastoralia
• Antar Kita
• Remaja
• Media Mall
Warta Jemaat
• Warta Kebaktian
• Warta Keluarga
• Warta Majelis
• Warta Komisi/Tim/ Seksi
Layanan Jemaat
• Keanggotaan
• Layanan Baptisan
• Katekisasi & Sidi
• Layanan Pernikahan
• Konseling Pendeta
Kegiatan Ouikumenis
• Gerakan Orang Tua Asuh
• Balai Pengobatan
• Kunjungan
• Dukungan Posyandu
• Sumbangan Sosial
 
 Khotbah Minggu
  18 Mei 2008
Yohanes 17:1-11
Allah Pelindung Bagi Yang Tertindas
   
  Saya pernah melihat seorang anak balita menangis tersedu-sedu karena dimarahi dan diancam akan ditinggalkan oleh pengasuhnya. Namun karena ketakutan, sang anak yang akhirnya berlutut memegang kaki sang pengasuh seraya memohon agar diijinkan ikut pulang bersama pengasuhnya itu.Ironis sekali, ternyata penindasan bukan hanya terjadi di kalangan orang dewasa tetapi juga dialami oleh anak-anak. Sayangnya, dalam ketidakberdayaan mereka, anak-anak justru menyerah kalah dan menyerahkan diri mereka terhadap sang penindasnya.
 
Penindasan dalam bentuk yang lain juga acapkali terjadi di kalangan orang-orang Kristen pada jaman penulisan Alkitab. Mereka bukan hanya ditindas oleh masyarakat yang membenci kekristenan, tetapi juga filsafat dan ajaran non-Kristen yang akhirnya membelenggu mereka untuk hidup sebagai ciptaan yang baru di dalam Kristus.
 
Di jaman ini, kita juga seringkali mengalami penindasan. Kita mengalami tekanan di tempat kerja, di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Mungkin kita tidak tertindas dalam hal fisik, tetapi perasaan, pendapat/pikiran, dan harga diri kita ditekan, bahkan diacuhkan. Apalagi jika kita mulai menunjukkan jati diri sebagai seorang pengikut Kristus yang secara aktif mengabarkan injil.
 
Syukurlah, Yesus sangat mengetahui tantangan yang dihadapi para murid. Saat Yesus tidak ada lagi di dunia ini, tentulah murid Yesus akan mengalami tekanan dalam menjalankan misi-Nya, sampai hari ini. Itu sebabnya, Yesus berdoa bagi murid-murid dan kita. Di satu sisi, Ia menyampaikan harapan-Nya, “peliharalah mereka dalam nama-Mu…” atau dengan kata lain, “keep them save by the power you have given me.” Itu berarti, Dia akan terus melindungi kita dengan kuasa-Nya. Tetapi di sisi lain, sambil berdoa Dia juga mendorong kita untuk tetap mengupayakan kesatuan. Itu berarti, apapun halangan dan tantangan yang kita hadapi dalam hidup dan pelayanan kita, jangan menyerah, melainkan bersatulah dan lihatlah kuasa-Nya!

 [riajos]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003