|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
11 Mei 2008
Yohanes 20 : 19-23
Terimalah Roh Untuk Bersatu Dan Bersaksi |
|
|
|
|
|
|
|
|
Apakah saudara masih ingat, iklan yang menceritakan
tentang seorang pria yang diberikan segelas susu setiap
hari oleh istrinya? Namun ia tidak meminumnya, sebaliknya
ia membuang setiap susu yang diberikan kepadanya. Lama
kelamaan, pria itu semakin tua dan tidak berdaya. Nah,
itu akibatnya jika tidak minum susu! pesan iklan itu.
Susu dalam iklan di atas dapat diibaratkan sebagai berkat
yang Tuhan beri kepada kita. Dia mengatakan kepada para
murid, Damai sejahtera bagi kamu! Pernyataan itu barulah
kalimat awal dari satu paket berkat yang Ia berikan kepada
para murid. Kalau begitu, berkat seperti apa yang
sebenarnya Ia berikan kepada para murid?
Pertama, sebuah panggilan. Pada waktu murid-murid
ketakutan, Yesus mengisi tabung perasaan para murid dengan
damai sejahtera. Namun berkat itu diberikan bukan supaya
dinikmati saja, melainkan sebagai bekal agar murid-murid
siap menjalani panggilan Tuhan untuk melayani dan bersaksi
bagi Dia. Dorongan itu juga dilengkapi dengan tanda di
tangan dan lambung Yesus, sebagai sebuah teladan sekaligus
berita kesaksian yang harus diteruskan oleh para murid.
Kedua, sebuah harta berharga. Yesus rupanya
mengutus para murid bukan hanya dengan damai tetapi juga
menyatukan mereka dengan kekuatan Roh-Nya. Itu berarti,
Diapun ada bersama-sama dengan para murid. Apapun yang
para murid perlukan, Dia sedia memberikannya supaya para
murid semakin efektif menjalankan tugas kesaksiannya.
Ketiga, sebuah kuasa. Dalam kitab Yohanes, dosa
adalah kebutaan manusia terhadap kehadiran Yesus. Itu
sebabnya, kuasa yang diberikan kepada para murid adalah
kuasa untuk menyaksikan kepada dunia tentang dosa
karena
mereka tidak percaya kepada Kristus.
Saudara dan saya juga diberikan berkat yang sama.
Panggilan-Nya, Kehadiran-Nya dan Kuasa-Nya untuk bersaksi
lebih sungguh bersama para murid Kristus lainnya. Sudahkah
kita menerima berkat itu, atau kita malah membuangnya?
[Riajos] |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|