Khotbah Minggu
  20 April 2008
Yohanes 14:1-14
Batu Hidup untuk Rumah Rohani
   
  Seringkali orang membedakan antara yang Rohani dengan yang Rohana (duniawi atau manusiawi). Di gereja rohani, di rumah duniawi. Di persekutuan rohani, di bisnis manusiawi. Itu sebabnya ada orang yang di gereja sangat manis dan ramah. Tetapi kalau bertemu di tempat kerja atau di tempat bisnis, kasar dan kejamnya minta ampun!
 
Apakah dengan demikian Yesus Sang Batu Hidup itu hanya tinggal dalam rumah rohani kita saat kita ada di gereja atau di persekutuan saja? Hidup Rohani berarti hidup yang selalu dijalani berdasarkan kacamata atau kehendak Tuhan. Itu berarti, kacamata dalam pengambilan keputusan di gereja dan kacamata dalam pengambilan keputusan di rumah atau di tempat kerja, sama-sama berasal dari kacamata Tuhan. Dengan demikian, Rumah Rohani kita adalah Rumah Rohani berjalan. Ia ada saat kita di Mal, ia juga ada saat kita di jalanan macet, bahkan ia ada saat kita berlibur dimanapun kita berada. Rumah Rohani itu menyatu dengan kita, kita adalah rumah Rohani.
 
Di rumah rohani kita itulah tinggal Tuhan Yesus yang menjanjikan hidup kekal kepada kita (Yohanes 14:2). Itu berarti, kebenaran-Nya, kesucian-Nya, keadilan-Nya, kebaikan-Nya, pengampunan-nya, tinggal terus di dalam hati kita. Itu semua menjadi batu yang membangun hidup rohani kita. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata, “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan” (Yoh 14:12).
 
Masalahnya, pilihan dan masalah yang kita hadapi dalam hidup ini seringkali sulit jika harus dipandang dari kacamata Tuhan. Penderitaan dan kebobrokan moral dunia ini telah memaksa kita untuk ikut bermain sama kotor dan sama liciknya dengan mereka. Namun demikian, bukan berarti tidak mungkin bagi kita untuk tidak melakukannya, bukan? Syukurlah Yoh 14:13 mengatakan, “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” Itu berarti, sekotor apapun rekan bisnis kita, sejahat apapun musuh kita, seberat apapun sakit dan penderitaan kita, adakah yang lebih indah daripada hidup tetap rohani sampai mati dengan pertolongan Batu Hidup Itu? Maukah saudara mengusahakannya? Tuhan pasti akan menolong dan memberkati kita.

[Riajos]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003