|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
13 April 2008
1 Petrus 2 : 18 - 25
Kasih Karunia Allah Di Dalam Penderitaan |
|
|
|
|
|
|
|
|
Banyak orang mempunyai pemahaman yang salah kaprah tentang
penderitaan. Banyak orang ketika mengalami penderitaan
atau melihat orang lain dalam penderitaan mengganggap hal
itu sebagai hukuman yang datangnya dari Tuhan dan
dihubungkan dengan dosa-dosa yang dilakukan sendiri.
Benarkah penderitaan selalu karena dosa-dosa dan hukuman
Allah?
Dipihak lain, kasih karunia Allah pada umumnya dihubungkan
dengan berkat dan kemudahan hidup. Kalau hidup seseorang
lancar tanpa kesulitan itu adalah karena kasih karuniaNya,
tetapi sebaliknya jika seseorang mengalami banyak
kesulitan dan penderitaan, hal itu dianggap sebagai
hukuman. Akibat pemahaman semacam ini tidak jarang orang
yang mengalami penderitaan menjadi makin menderita dan
frustrasi oleh karena pemahaman yang salah kaprah ini.
Firman Tuhan mengajarkan pandangan yang berbeda tentang
hal ini. Firman Tuhan mengajarkan dan membedakan tentang
penderitaan yang diakibatkan oleh dosa seseorang, dan
penderitaan yang bukan akibat dosa seseorang. Ketika
seseorang menderita bukan karena kesalahannya sendiri,
jelas penderitaan itu tidak bisa dikatakan sebagai hukuman
Tuhan bahkan dikatakan oleh surat Petrus sebagai kasih
karunia. Sebab adalah kasih karunia jika seseorang karena
sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang
tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian,
jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa?
Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus
menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
Secara positif surat Petrus memandang penderitaan.
Penderitaan bisa memperkaya, menggembleng, serta
mendewasakan kita dalam menyikapi hidup ini. Menderita
karena berbuat baik adalah kasih karunia, karena hal itu
berarti kita mendapat kesempatan untuk ikut ambil bagian
mengikuti jejak Kristus.
Dalam pemahaman seperti ini maka orang Kristen dimampukan
untuk tegak dan teguh di dalam penderitaannya. Masalahnya
ialah, apakah penderitaan yang kita alami benar-benar
karena nama Kristus atau karena ulah dan perbuatan jahat
kita.
[A.S] |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|