Khotbah Minggu
  6 Apil 2008
Lukas 24:13-35
Mengalami Perjumpaan yang Mengubahkan
   
  Ada orang-orang yang menyukai lagu-lagu bertemakan mujizat. Apakah saudara salah satunya? Ada yang berpikir bahwa mujizat itu bisa terjadi sekehendak hati kita. Kita berdoa agar sembuh, maka niscaya mujizat kesembuhan pasti terjadi. Saat kita berdoa agar Tuhan mengatasi masalah keuangan kita, kita yakin Tuhan pasti berikan lebih banyak dari yang kita duga. Akhirnya kita berpikir bahwa Tuhan pasti mau melakukan perbuatan-perbuatan besar jika kita meminta, bahkan berpuasa untuk mendapatkannya.

Cara berpikir seperti itulah yang juga dimiliki para murid Yesus. Mereka memiliki harapan besar atas Yesus (ayat 21) sehingga tidak menyangka bahwa Yesus akan mati, seakan kalah menghadapi orang-orang yang membenci-Nya. Akhirnya dengan kecewa dan takut, mereka pulang. Herannya mereka masih penasaran, sehingga sepanjang perjalanan dari Yerusalem ke Emaus yang memakan waktu sekitar 1,5 jam, mereka habiskan dengan bertukar pikiran (Baca: berbantah-bantahan) tentang Yesus. Sampai-sampai mereka tidak sadar bahwa Yesus telah bangkit dan berada di sisi mereka. Kedua murid Yesus berjumpa Yesus, tetapi tidak berubah. Mengapa? Egoisme.

Egoisme juga bisa membuat kita terus menerus mencari Yesus dan menunggu jawaban atas doa-doa kita. Padahal Dia berada dekat dengan kita dan memberikan jawaban-Nya tepat waktu. Apa yang dapat membuat kita berjumpa dengan Dia? Dia telah menjumpai kita, tapi apakah kita mau membuka hati kita agar kita diubahkan oleh Dia? Mujizat itu nyata, saat kita membuka hati diubahkan oleh Tuhan. Sehingga seperti kedua murid Yesus, mereka segera memberitakan Dia yang telah menjumpai mereka. Maukah kita juga diubahkan seperti itu? Tuhan memberkati.

[Riajos]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003