|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
8 Maret 2008
Yohanes 11:17-44
Roh Allah Yang Menghidupkan |
|
|
|
|
|
|
|
|
Banyak ahli Biblika, khususnya Perjanjian Baru,
memersoalkan keunikan (hanya terdapat di Injil Yohanes)
bahkan kebenaran kisah pembangkitan Lazarus dari kematian.
Berbagai kemungkinan dikemukakan, dari yang paling
sederhana hingga yang paling rumit. Dari yang masih
memberi ruang pada kebenaran kisah ini hingga yang
memvonis kisah ini sebagai rekayasa.
Kita memang bukan ahli di bidang ini, akan tetapi sikap
kita tentang kisah ini juga bermacam-macam. Mungkin kita
memang percaya bahwa pembangkitan Lazarus adalah
benar-benar terjadi. Namun dihadapmukakan pada kenyataan
dan kefanaan kita, tidakkah kita pada dasarnya
memperlakukan kisah ini sebagai sesuatu yang pernah
terjadi, namun yang takkan terjadi di saat ini. Sikap
seperti ini lazim diterapkan pada berbagai kisah mujizat
dalam Alkitab.
Injil Yohanes menempatkan kisah ini pertama-tama sebagai
salah satu tanda bahkan bukti bahwa Yesus adalah yang
datang dari Allah, Mesias yang dinanti-nantikan. Tetapi
pada hakikatnya Injil Yohanes hendak menandaskan bahwa
pembangkitan yang dilakukan Yesus adalah pembangkitan yang
utuh, bagi segenap ciptaan, dan mencakupi bukan hanya
hidup saat ini tetapi juga hidup dalam Kerajaan Allah.
Yesus adalah Roh Allah yang menghidupkan!
Adalah perlu untuk percaya pada kuasa Allah untuk mem
bangkitkan orang mati. Tetapi adalah lebih menentukan
untuk percaya pada Roh Allah yang menghidupkan. Yesus
sudah mati dan bangkit agar kita dihidupkan (baca:
diperbarui) dalam hidup kita saat ini, agar dunia
dihidupkan (baca: dipulihkan), dan agar kita (baca: semua
orang percaya) menjadi batu-batu yang hidup, bukan
batu-batu yang mati.
(PWS) |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|