Khotbah Minggu
  24 Pebruari 2008
Roma 5: 1-11 dan Yohanes 4:5-26
Ketekunan dan Tahan Uji Membawa Pengharapan
   
  Perjumpaan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria menyingkapkan pengampunan dan pemberian kasih-karunia Allah yang menyelamatkan. Perempuan itu menyadari dirinya sebagai orang yang berdosa di hadapan Allah. Namun dalam percakapan dengan Tuhan Yesus,  ia diyakinkan akan kekayaan kasih karunia Allah yang melegakan.

Menurut Rasul Paulus, perasaan kelegaan seperti ini jugalah yang akan dialami oleh seseorang ketika ia mengalami kehadiran Allah dalam hidupnya yaitu adanya (ay.1) kedamaian, (ay.2) rasa percaya (iman) dan (ay.10) menjadi bagian dari Kristus yang bangkit.

Rasul Paulus bukanlah orang yang suka memegahkan diri. Jika bisa bermegah, semata-mata karena ia boleh ikut ambil bagian dalam penderitaan Kristus. Semakin ia mengalami penderitaan, ia akan semakin tekun berserah kepada Allah. Ketekunan dan tahan uji dalam menghadapi berbagai rintangan itulah yang menimbulkan pengharapan akan penyertaan Tuhan.

Pengalaman iman Rasul Paulus dan perempuan Samaria dalam perjumpaan dengan Tuhan Yesus bukanlah sekadar belajar tentang apa itu pengharapan dan air hidup, tetapi lebih dari pada itu, mereka diperkenankan Allah untuk berhadapan langsung dengan sumber “Air Hidup” dan sumber “Pengharapan”.

Mungkin kita sudah sering membahas tentang ke dua topik besar ini, namun sudahkah kita mengalami perjumpaan denganNya? Perjumpaan itu telah mengubah hidup perempuan Samaria dan Paulus, bagaimana dengan kita? Mungkinkah hal itu juga akan terjadi pada diri kita?

Sangat mungkin, jika kita terus bertekun dalam perjumpaan dengan Allah melalui firman-Nya dan tahan uji menghadapi masa depan dengan sikap keterbukaan pada kehendak Allah. Karena itu, jangan sia-siakan kasih karunia Allah dan hiduplah selalu dalam pengharapan akan keselamatan yang telah dianugerahkan kepada kita.

(TT)
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003