Khotbah Minggu
  3 Pebruari 2008
Matius 17:1-9
Belajar dan Menaati Kristus yang Mulia
   
  Peristiwa “transfigurasi” yang dialami Tuhan Yesus gambarannya menunjuk pada pengertian “metamorphosis” atau seperti ulat berubah menjadi kepompong. Ulat yang semula sangat buruk kemudian berubah menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Yesus yang semula mengenakan tubuh jasmani kemudian berubah memancarkan tubuh surgawi yang begitu cemerlang serta mulia. (ay.2).

Dua tokoh umat Israel juga dihadirkan yaitu nabi Musa yang membawa hukum Taurat dan nabi Elia sebagai nabi yang paling berpengaruh untuk membawa umat Israel kepada satu-satunya Allah yang esa dengan melawan dewa Baal dan para imamnya. Apabila mereka sungguh-sungguh menghormati dan mempermuliakan Kristus, mengapa umat Israel masih meragukan Kristus sebagai Juru Selamat ?

Melalui peristiwa di atas gunung itu, Allah telah menyatakan jati diri Kristus yang sebenarnya. Oleh karena itu setiap orang dipanggil untuk mau percaya dan menaati firman-Nya. Kalau kita sudah memiliki Kristus, mengapa kita masih bersikap mendua hati? Iman kepada Kristus berarti kita bersedia memberikan seluruh hati dan jiwa kita hanya kepada Dia, dan hanya Kristus sajalah yang kita permuliakan dalam hidup ini. Hasil atau wujud dari sikap menaati Kristus yang mulia adalah kita selaku umat Allah dipanggil untuk sungguh-sungguh mengasihi setiap orang tanpa pernah membedakan agama, ras, etnis dan suku bangsa serta status sosialnya.

1 Yohanes 1:6 “Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.”

(TT)
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003