Khotbah Minggu
  27 Januari 2008
I Korintus 1:10-17
Sehati Sepikir, Bukan Perpecahan
   
  Kita hidup di tengah masyarakat yang mudah pecah. Konflik demi konflik terjadi di mana-mana dan memakai label apa saja. Tidak terkecuali, gerejapun tidak kebal terhadap ‘virus’ perpecahan ini. Salah satu contoh perpecahan di dalam gereja, adalah apa yang terjadi di jemaat Korintus.

Jemaat Korintus tercabik-cabik, karena setiap kelompok dalam jemaat sibuk mengagungkan diri sendiri dan meremehkan yang lain. Kultus individu yang dialamatkan kepada para pemimpin menghasilkan apologia-apologia yang saling menjatuhkan. Tembok-tembok perseteruan dibangun dan dibanggakan.

Apa yang terjadi pada jemaat Korintus, menjadi satu peringatan bagi gereja pada masa kini. Bila kita tidak hati-hati mengelola persekutuan kita, maka gereja selalu menghadapi kemungkinan tercabik-cabik seperti jemaat Korintus.

Di sinilah nasihat Rasul Paulus lalu menjadi penting. Paulus menasihati jemaat agar tidak berselisih, melainkan sehati sepikir. Bagi Paulus, figur paling besar yang harus selalu dikedepankan adalah Kristus.

Pemimpin gereja hanyalah satu, yaitu Kristus. Kristus tidak terbagi-bagi. Penebusan dan penyelamatan hanya terjadi melalui pengorbanan Kristus. Hanya Kristus yang disalibkan dan menyelamatkan, bukan Paulus, Apolos atau yang lain.

Nah, bagaimana dengan gereja kita?

[RDj]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003