|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
30 Desember 2007
Yohanes 1 : 1 - 14
Harapan Bagi Yang Telah Runtuh |
|
|
|
|
|
|
|
|
Dalam Alkitab, Kegelapan seringkali dijadikan simbol DOSA.
Ia cenderung mengisi ruang-ruang kosong dalam hidup kita
dari segala sisi, di usia berapapun kita.
Kegelapan bisa memenuhi emosi kita sehingga kita cemas,
takut, berduka, atau tidak berpengharapan. Dengan demikian
hilanglah sukacita kita.
Kegelapan bisa juga terjadi di dalam hidup sosial kita
saat kita gagal berelasi atau saat merasakan kesepian.
Akibatnya, tidak ada kasih yang dapat kita pancarkan.
Kegelapan bisa juga terjadi di dalam hidup rohani kita
saat kita menjauh dari Tuhan, melanggar, atau tidak
melakukan yang Dia kehendaki, sehingga Tuhan semakin
terasa jauh dalam hidup dan doa-doa kita.
Pertanyaannya bagaimana agar kita tidak lagi dikuasai
kegelapan? Yohanes telah bersaksi bahwa terang itu telah
datang ke dalam dunia. Satu-satunya cara mengusir
kegelapan adalah dengan Menerima Sang Terang. Menerima
Dia mengandung konsekuensi, menjadi anak-Nya dan
mempercayakan hidup kepada-Nya.
Masalahnya, bagi sebagian orang, kegelapan itu begitu
kuatnya sehingga ia merasa tidak lagi dapat keluar dari
kegelapan. Tidak ada harapan, semuanya telah runtuh! Namun
demikian, syukurlah Sang Terang datang memberi pengharapan.
Ia bukan hanya datang tetapi Dia campur tangan dengan cara
memberi kuasa agar kita dapat menjadi anak-anak-Nya (ayat
12). Lebih lagi, Dia mau diam di dalam kita. Itu berarti,
Ia-lah yang mengerjakan di dalam kita: Mengusir Kegelapan
dan memenuhi kita dengan Terang-Nya. Maukah kita?
Selamat hidup dalam Terang Tuhan, menyongsong tahun yang
baru!
(Riajos) |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|