Khotbah Minggu
  23 Desember 2007
Matius 1 : 18 - 25
Perjumpaan Yang Meneguhkan
   
  Tidak ada kisah lain mengenai Yusuf, ayah Yesus, yang dicatat Alkitab, kecuali 2 peristiwa penting saat Yusuf berjumpa dengan malaikat sebelum Yesus lahir dan setelah Yesus lahir. Kahlil Gibran mencoba menggambarkan Yusuf dari hasil kerja anaknya, Yesus.

Levita yang kaya di kota Dekat Nazaret bersaksi tentang Yesus, seorang Tukang Kayu yang Hebat!
“Ia seorang tukang kayu yang pandai. Pintu-pintu rumah yang dipasang-Nya tidak pernah didobrak oleh pencuri. Dan jendela yang dikerjakan-Nya selalu bisa terbuka sendiri kalau angin timur dan barat berhembus… semua itu dikerjakan-Nya dengan gaya orang Kaldea dan Yunani. Namun Ia memiliki keahlian khusus yang tidak terdapat dalam seni Kaldea maupunYunani. …banyak tukang telah membangun rumah ini,…. Semua pintu dan jendela sudah lapuk dimakan hari, terkecuali bantuan tangan Yesus. Dan herannya, tukang kayu yang seharusnya dibayar dua kali lipat ini, hanya menerima upah seorang pekerja biasa, dan sekarang Ia dianggap nabi di Israel. Andaikata aku tahu bahwa pemuda yang memegang gergaji dan ketam itu seorang nabi, aku tentu akan memberikan bayaran yang paling mahal untuk kata-kata-Nya.
 
Levita bukan hanya sekadar berjumpa dengan Yesus. Konon, dahulu Levita tidak mengerti siapa Yesus. Namun ia akhirnya ia tahu bahwa Yesus sungguh berbeda. Itu sebabnya, sosok Yesus bukan hanya berkesan tetapi membangunkan niatnya untuk memberi yang terbaik bagi Yesus.
 
Yusuf, berjumpa dengan malaikat Tuhan. Ada banyak hal yang ia tidak mengerti. Namun kehadiran malaikat membuat Yusuf tahu bahwa Yesus anaknya nanti sungguh berbeda. Itu sebabnya Yusuf bukan hanya berniat menerima Maria sebagai istrinya, dan Yesus sebagai anaknya, tetapi ia juga membuktikannya dengan memberikan yang terbaik… “tetapi ia tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya…” (ayat 25).
 
Apakah kita juga telah berjumpa dengan Yesus? Mungkin ada banyak hal dalam hidup kita, suka duka silih berganti, yang tidak kita mengerti. Namun biarkan perjumpaan kita dengan Dia, bukan hanya membangunkan niat kita untuk memberi yang terbaik bagi Yesus, tetapi juga membuktikan bahwa kita sungguh jadi berbeda, kita siap melakukan sesuatu, bukti kita memberi yang terbaik untuk Dia. Selamat menyambut Natal!

[Riajos)
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003