Khotbah Minggu
  9 Desember 2007
Matius 3:1-12
Penyangkalan diri
   
  Pada Advent ke-1, kita diajak untuk menyediakan hati sebelum berjumpa dengan Yesus. Salah satunya, di Advent ke-2 ini, seperti pesan dari Yohanes Pembaptis, kita diminta untuk menyangkal diri kita. Penyangkalan diri seperti apa yang diharapkan-Nya?

Pertama, Dia yang kita beritakan, bukan diri kita.
Banyak orang berpikir, agar dikenal orang lain kita dapat menunjukkan kelebihan kita. Padahal sesungguhnya, itu adalah cara Allah menyatakan diri-Nya melalui manusia. Lebih khusus lagi, cara Allah memberitakan kasih dan kuasa-Nya di dalam orang tersebut. Pernyataan Yohanes mengingatkan, bahwa kita di masa kinipun hanyalah “suara” (sound) yang memberitakan hadirnya Sang Juruselamat ke dalam dunia ini.

Kedua, Mengakui Dosa-dosa kita.
Charles Wesley mengatakan, “Walau seribu lidahku, aku tetap mau memuji-muji Kristus dengan semua lidah itu.” Masalahnya, bagaimana jika kita diberi 1000 lidah tetapi berisi umpatan, kebohongan, atau kesombongan? Tentu lidah itupun perlu terlebih dahulu mengaku kesalahannya.

Ketiga, Hasilkan Buah Pertobatan.
Ada orang yang menganggap Yesus sebagai tamu, seorang asing atau bos yang mengekang dalam hidupnya. Namun hanya mereka yang menjadikan Yesus sebagai Tuan dan Tuhan dalam hidupnya, yang bisa merayakan dan menghayati sukacita Natal yang sesungguhnya. Sebab hanya semangat dari Roh Allahlah yang memampukan kita menghasilkan buah pertobatan. Adakah Roh Allah diam di dalam kita?

Selamat menyambut Natal bersama Sang Natal!

[Riajos]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003