|
|
Pada Advent ke-1, kita diajak untuk menyediakan hati
sebelum berjumpa dengan Yesus. Salah satunya, di Advent
ke-2 ini, seperti pesan dari Yohanes Pembaptis, kita
diminta untuk menyangkal diri kita. Penyangkalan diri
seperti apa yang diharapkan-Nya?
Pertama, Dia yang kita beritakan, bukan diri kita.
Banyak orang berpikir, agar dikenal orang lain kita dapat
menunjukkan kelebihan kita. Padahal sesungguhnya, itu
adalah cara Allah menyatakan diri-Nya melalui manusia.
Lebih khusus lagi, cara Allah memberitakan kasih dan
kuasa-Nya di dalam orang tersebut. Pernyataan Yohanes
mengingatkan, bahwa kita di masa kinipun hanyalah suara
(sound) yang memberitakan hadirnya Sang Juruselamat ke
dalam dunia ini.
Kedua, Mengakui Dosa-dosa kita.
Charles Wesley mengatakan, Walau seribu lidahku, aku
tetap mau memuji-muji Kristus dengan semua lidah itu.
Masalahnya, bagaimana jika kita diberi 1000 lidah tetapi
berisi umpatan, kebohongan, atau kesombongan? Tentu lidah
itupun perlu terlebih dahulu mengaku kesalahannya.
Ketiga, Hasilkan Buah Pertobatan.
Ada orang yang menganggap Yesus sebagai tamu, seorang
asing atau bos yang mengekang dalam hidupnya. Namun hanya
mereka yang menjadikan Yesus sebagai Tuan dan Tuhan dalam
hidupnya, yang bisa merayakan dan menghayati sukacita
Natal yang sesungguhnya. Sebab hanya semangat dari Roh
Allahlah yang memampukan kita menghasilkan buah pertobatan.
Adakah Roh Allah diam di dalam kita?
Selamat menyambut Natal bersama Sang Natal!
[Riajos] |