Khotbah Minggu
  2 Desember 2007
Matius 24:37-44
Menyediakan Hati Untuk Berjumpa
   
  Saya punya 4 oma. Oma Bungur, sudah tidak ingat apa-apa, termasuk apa yang baru saja dia makan dan minum. Oma Tegal, masih optimis dapat hidup 5 tahun lagi walaupun tidak sanggup lagi keluar dari rumah karena kelemahan tulangnya. Oma Indramayu, senang sekali pulang dan pergi Indramayu-Jakarta mengunjungi anak-anak, cucu dan cicit. Oma Bandung, setiap minggu banyak mengikuti PA dan Persekutuan. Ke-4 oma, menjalani masa hidup dengan cara dan sikap hati yang berbeda.

Hari ini pembacaan kita bicara tentang menyediakan hati untuk berjumpa Yesus di sini atau di sana. Pertanyaannya, apa yang Ia kehendaki dari kita sebelum berjumpa dengan Dia? Setidaknya, ada 3 hal yang harus kita siapkan dalam hidup ini:
  1. Siap untuk pergi
    Banyak orang tidak siap pergi, apalagi di usia muda. Waktu zaman Nuh, mereka tidak siap pergi bersama Nuh, tetapi juga lebih tidak siap “pergi” saat dilanda air bah. Kini, siapkah kita melakukan tugas-tugas dari Tuhan yang harus dijalankan dengan iman sebelum kita pergi meninggalkan dunia ini? Siapkah kita jika Tuhan Yesus bertanya, “Apa yang sudah kau lakukan untuk Aku selama hidup di dunia?”
  2. Siap untuk dijemput
    Menyedihkan sekali jika setiap Minggu kita ke gereja, bawa Alkitab, berdoa, tetapi seperti dalam bacaan kita, kita adalah salah satu orang yang tidak diangkat bersama-Nya, waktu Ia menjemput orang percaya di dunia. Siap dijemput berarti berada dalam keadaan berjaga-jaga. Itu berarti, siap hati, tetapi juga hati-hati agar kita selalu bersih hati dalam setiap langkah.

  3. Siap untuk bertahan hidup
    Pergi atau dijemput adalah masalah melepas. Namun demikian, tidak sedikit orang yang justru putus asa saat harus bertahan menghadapi hidup. Sakit penyakit, pembangunan busway yang mengusik emosi kita, tugas akhir tahun yang semakin banyak, persiapan natal atau liburan, dan sebagainya. Bertahankah kita untuk sabar? Bertahankah kita tetap melayani walau sukar? Bertahankah kita untuk tidak berbuat dosa?
Saya tidak tahu, mana diantara ke-4 oma yang siap untuk pergi, siap untuk dijemput atau malah tetap siap untuk bertahan hidup walau sukar. Semoga mereka dan kita memiliki 3 kesiapan itu. GBU!

[Riajos]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003