|
|
Tanggal 1 Desember telah ditetapkan oleh WHO ( Badan
Kesehatan Dunia) sebagai Hari AIDS sedunia, sejak 1988.
Ada sebanyak 38,6 juta orang di dunia ini hidup sebagai
penderita HIV/AIDS, diantaranya, sebanyak 4,9 juta
penderita ada di Asia. Tahukah anda bahwa dalam hal ini
Indonesia menduduki ranking teratas se Asia, dimana Papua
menempati urutan teratas di Indonesia. Banyak sudah
diantara mereka meninggal di dalam kesia-siaan.
Apa komentar anda? Pasti bermacam-macam, yang positif,
negatif, atau acuh tak acuh. Apapun komentar anda,
haruslah diakui bahwa banyak diantara kita yang amat awam
dengan lika-liku penyakit yang satu ini, sehingga tidak
tahu bagaimana seharusnya kita menyikapi, apalagi secara
proaktif berperan serta. Namun letak masalahnya bukan itu,
tetapi apakah kita memiliki kepedulian dan keprihatinan
terhadap hal ini, mari kita merenung dan sekaligus belajar
dari Yesus.
Yang menarik bagi saya ialah, bagaimana Ia senantiasa
menunjukkan empati-Nya kepada siapapun, yang tanpa pandang
bulu, bahkan kepada penjahat sekalipun. Ia tidak bersikap
masa bodoh ataupun menghukum, sehingga manakala penjahat
yang satu berkata : Yesus, ingatlah akan aku, apabila
Engkau datang sebagai Raja. Segera saja Yesus menjawab :
Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga engkau
akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus. Sikap
empati-Nya dilandasi kasih senantiasa terbuka untuk
menerima siapapun yang bersedia datang kepada-Nya.
Bagaimana dengan penjahat yang lainnya, apakah Yesus tidak
berempati kepadanya juga? Jawabnya ialah Ya, Yesus tidak
diskriminatif, tetapi masalahnya ialah, ia tidak mau
terbuka dan membuka diri, padahal Yesus senantiasa siap
bersama siapapun, tetapi tidak semua orang siap (bandingkan
Wahyu 3 : 20).
Inilah sikap empati-Nya yang perlu menjadi refleksi bagi
setiap kita, kemudian ingatlah dan renungkanlah pesan
Tuhan Yesus dalam Matius 25: 31-40. Amin.
[A.S] |