Khotbah Minggu
  25 Nopember 2007
Lukas 23:33-43
Tuhan Yesus Mengasihi Orang-orang Yang Tersisih
   
  Tanggal 1 Desember telah ditetapkan oleh WHO ( Badan Kesehatan Dunia) sebagai Hari AIDS sedunia, sejak 1988. Ada sebanyak 38,6 juta orang di dunia ini hidup sebagai penderita HIV/AIDS, diantaranya, sebanyak 4,9 juta penderita ada di Asia. Tahukah anda bahwa dalam hal ini Indonesia menduduki ranking teratas se Asia, dimana Papua menempati urutan teratas di Indonesia. Banyak sudah diantara mereka meninggal di dalam kesia-siaan.

Apa komentar anda? Pasti bermacam-macam, yang positif, negatif, atau acuh tak acuh. Apapun komentar anda, haruslah diakui bahwa banyak diantara kita yang amat awam dengan lika-liku penyakit yang satu ini, sehingga tidak tahu bagaimana seharusnya kita menyikapi, apalagi secara proaktif berperan serta. Namun letak masalahnya bukan itu, tetapi apakah kita memiliki kepedulian dan keprihatinan terhadap hal ini, mari kita merenung dan sekaligus belajar dari Yesus.

Yang menarik bagi saya ialah, bagaimana Ia senantiasa menunjukkan empati-Nya kepada siapapun, yang tanpa pandang bulu, bahkan kepada penjahat sekalipun. Ia tidak bersikap masa bodoh ataupun menghukum, sehingga manakala penjahat yang satu berkata : ”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja”. Segera saja Yesus menjawab : ”Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus”. Sikap empati-Nya dilandasi kasih senantiasa terbuka untuk menerima siapapun yang bersedia datang kepada-Nya. Bagaimana dengan penjahat yang lainnya, apakah Yesus tidak berempati kepadanya juga? Jawabnya ialah ”Ya”, Yesus tidak diskriminatif, tetapi masalahnya ialah, ia tidak mau terbuka dan membuka diri, padahal Yesus senantiasa siap bersama siapapun, tetapi tidak semua orang siap (bandingkan Wahyu 3 : 20).

Inilah sikap empati-Nya yang perlu menjadi refleksi bagi setiap kita, kemudian ingatlah dan renungkanlah pesan Tuhan Yesus dalam Matius 25: 31-40. Amin.

[A.S]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003