|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
18 Nopember 2007
Yes 65:17-25, II Tes 3 :6-13, Luk 21:5-19
Hidup Bertanggung Jawab Adalah Menjadi Kesaksian |
|
|
|
|
|
|
|
|
Isu mengenai langit dan bumi yang baru yang dikaitkan
dengan kedatangan Tuhan kembali selalu menjadi isu yang
menarik sepanjang masa. Bukan saja karena hal itu
merupakan fenomena baru, tetapi juga diyakini sebagai
kelepasan dari berbagai kesulitan hidup di dalam dunia
yang sudah menjadi tidak ramah ini. Oleh karenanya isu ini
selalu dihembuskan untuk membuai umat Allah, dengan
menyatakan bahwa hal itu “sudah dekat”. Hal ini membuat
banyak orang “lupa diri” mengenai tugas dan tanggung
jawabnya kini dan di sini.
Buaian “angin surga” seperti inilah yang kemudian
diingatkan oleh Yesus : “Waspadalah!, supaya kamu jangan
disesatkan”, sebab yang semacam itu bukan urusan siapapun,
kecuali Tuhan. Hal itu pasti akan terjadi sebagaimana
dinubuatkan Yesaya, dimana hal itu sudah merupakan
komitmen Tuhan kepada dunia dan umat-Nya. Komitmen kita
sebagai umat-Nya adalah mengisi hidup yang
dianugerahkan-Nya ini secara bertanggung jawab, yaitu
dengan berkarya dan mengisi hidup ini secara berkualitas
sebagaimana himbauan Paulus kepada jemaat di Tesalonika,
sehingga kehadiran umat-Nya menjadi “berkat” bukan menjadi
“beban” bagi lingkungan dimanapun kita di tempatkan.
Kesulitan dan penderitaan mungkin saja tetap ada, tetapi
bagi orang beriman itu bukan merupakan “akhir” kehidupan,
sebab di balik itu semua tetap ada “pengharapan” yaitu
bahwa Dia akan datang kembali untuk memperbaharui dunia
ini.
Kehidupan yang realistik dan berpengharapan semacam inilah
yang sekaligus merupakan kesaksian kita. Masalahnya apakah
kita tetap teguh berpegang pada iman dan pengharapan itu,
apapun tantangannya. Amin
[A.S] |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|