|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
23 September 2007
Lukas 16: 1-13; Yeremia 8:18-9:1; I Timotius 2: 1-7
Setia Dalam Perkara Kecil |
|
|
|
|
|
|
|
|
Dalam kisah bendahara yang tidak jujur (Lukas 16), Tuhan
Yesus memperhadapkan kecerdikan dari anak-anak dunia
dengan anak-anak terang. Apakah si bendahara bermoral atau
tidak bermoral dalam tindakannya, itu bukanlah inti dari
perumpamaan ini. Fokus utama dari berita yang mau
disampaikan adalah, sebagaimana terjadi di dunia ini,
demikian juga yang terjadi dalam Kerajaan Allah, dimana
sifat dapat dipercaya atau setia dalam perkara kecil
mengarah ke kepercayaan yang lebih besar.
Dalam kitab Yeremia ditunjukkan luar biasanya kesetiaan
nabi ini terhadap bangsanya. Meskipun bangsa itu berulang
kali tidak mendengarkan peringatannya, Yeremia tidak
pernah meninggalkan bangsanya itu.
Bersikap setia pada orang yang juga setia pada kita, tidak
membutuhkan kerja keras, tetapi tetap setia justru di saat
orang meninggalkan kita, maka hal ini adalah sebuah
pergumulan tersendiri. Yeremia tetap bertahan dalam
pergumulan ini, ia tetap setia bahkan ketika umatnya
berbalik dari kesetiaan mereka.
Ketika penguasa bersikap ramah kepada jemaat, maka menjadi
mudah untuk mendoakannya. Tetapi, ketika penguasa
bertindak menekan kehidupan iman jemaat, akankah jemaat
bersedia untuk tetap setia mendoakannya ? Dalam surat
Timotius, rasul Paulus mengajak jemaat berdoa bagi kaisar
Nero penguasa yang telah menganiaya para pengikut Kristus.
Kesetiaan untuk berani mendoakan orang yang berlaku kejam
terhadap diri kita ternyata membutuhkan kesabaran dan
penyangkalan diri yang luar biasa.
Komitmen atau tekad untuk melayani Tuhan harus berangkat
dari setia melayani Dia dalam perkara-perkara kecil. Setia
untuk selalu melakukan kehendak-Nya, setia untuk
melaksanakan yang sudah diikrarkan. Setia untuk berkorban
bagi Dia. Setia untuk selalu mendahulukan Tuhan daripada
hal-hal lainnya. Bersediakah Anda ?
(TT) |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|