Khotbah Minggu
  16 September 2007
Lukas 15:1-10
Mencari Yang Terhilang
   
  Tindakan mencari yang hilang sangat tampak dalam perumpamaan tentang “domba yang hilang” dan “dirham yang hilang”. Yang pasti tidak terkait dengan soal kuantitatif. Apa artinya kehilangan satu ekor dibandingkan dengan 99 ekor, atau satu dirham dari 9 dirham? Pokok utama pemberitaan Lukas di sini pertama-tama adalah soal sikap dasar Allah yang tidak mau kehilangan satu pun dari umatNya. Pointnya bukan Tuhan tidak ambil pusing dengan yang 99. Tetapi setiap orang, setiap umat kita, sejelek apa pun, sedosa apapun, setidak berharga apa pun (di mata umum) amatlah berharga dan berarti bagi Tuhan.

Yang menarik pada ke dua perumpamaan itu berakhir dengan suatu pernyataan “...akan ada sukacita di Sorga (ay.7) atau akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat (ay.10)..” Secara sederhana boleh dikatakan bahwa Tuhan sangat merindukan seorang kembali ke jalan Tuhan, punya komitmen melaksanakan kehendak Allah, seorang yang berdamai dengan Tuhan dan memperoleh keselamatan.

Tuhan Yesus menunjukkan pentingnya melakukan sesuatu untuk mencari mereka yang terhilang, tersesat, yang kebingungan, yang mengalami pergumulan dan tidak mempunyai jalan keluar, yang tertindas dan tak berdaya.

Bagaimanakah dengan ‘gerakan kepedulian’ dari jemaat kita? Kepada siapakah kita arahkan kepedulian pelayanan kita? Di tengah-tengah tantangan yang sulit seperti kemiskinan, penindasan, penyebaran wabah penyakit, masalah pluralisme dll, kita diingatkan kembali untuk memiliki sikap murah hati dengan memperhatikan setiap orang, siapa saja, sebab setiap dari mereka itu bernilai, berharga dan berarti. Sikap murah hati adalah sikap yang tidak mau kehilangan satu pun dari orang-orang yang dipercayakan kepada kita.
(TT)
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003