Khotbah Minggu
  2 September 2007
Ibrani 13: 1-8, 15-167
Menjamu Para Malaikat
   
  Ketika Aku haus dan lapar dimanakah kamu ? Ketika Aku di penjara dan mengalami kesakitan, mengapa kamu tidak mengujungi Aku ? Lalu muncullah pertanyaan, kapan Tuhan aku melihat Engkau haus dan lapar atau dipenjara dan mengalami kesakitan ?

Dialog di atas diungkapkan Tuhan Yesus untuk mengingatkan kepada kita semua perlunya peka terhadap situasi kondisi sesama kita. Penulis surat Ibrani juga menekankan hal yang sama yaitu himbauan untuk peduli pada sesama yang pada saat itu mengalami berbagai penderitaan, karena iman mereka pada Tuhan Yesus, maka mereka harus dipenjara, dianiaya, dibuang dan tidak sedikit yang hidup dalam kemiskinan. Dalam situasi seperti inilah pengikut Kristus dituntut tanggung jawabnya untuk memperhatikan mereka yang sedang mengalami situasi yang sulit ini. Mereka yang melakukan tindakan kepedulian ini boleh jadi tanpa disadari sebenarnya menjamu malaikat Tuhan sendiri.

Untuk dapat menjamu malaikat Tuhan perlu ada kerendahan hati dan bahkan perendahan diri (baca Lukas 14:1, 7-14), agar dapat memberikan perhatian yang tulus pada mereka yang lemah dan tersisih. Kemurahan hati seperti ini dilakukan semata-mata karena menyadari betapa besar kemurahan Tuhan yang telah ia terima. Jadi bermurah hati kepada mereka yang lemah dan tersisih bukan karena ingin mendapat penghormatan, bukan karena semata-mata kewajiban, bukan demi kepuasan diri, melainkan karena hati dipenuhi oleh rasa syukur kepada Tuhan.

Jika kita mengasah kepekaan kita untuk peduli pada sesama yang menderita, tersisih, terluka dan bahkan tidak punya pengharapan, maka kita punya kesempatan emas untuk menjamu malaikat Tuhan. Bersediakah ?
(TT)
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003