|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
26 Agustus 2007
Yeremia 1:4-10; Ibrani 12:18-29; Lukas 13:10-17
Setia Dalam Panggilan |
|
|
|
|
|
|
|
|
Mencermati panggilan Yeremia, kita disadarkan, sebuah
panggilan apapun panggilan itu ternyata tidak muncul
begitu saja. Di balik panggilan itu ada Allah yang bekerja
dan mempersiapkan panggilan itu dengan sungguh-sungguh.
Dalam bahasa Yeremia, dipanggil sejak dari dalam
kandungan. Luar biasa! Apapun pelayanan anda, bahkan
keberadaan anda, ada rencana Allah di dalamnya. Bukan
sekedar rencana sesaat, tetapi telah dipersiapkan dengan
sungguh-sungguh oleh Allah.
Nah, bagaimana kita menyikapi panggilan Allah dalam diri
kita? Khususnya ketika panggilan itu memperhadapkan kita
dengan banyak tantangan dan rintangan? Kadang begitu mudah
kita menjadi lemah bahkan meninggalkan pelayanan tersebut.
Lalu bagaimana dengan Allah yang telah mempersiapkannya
dengan sungguh-sungguh? Pasti Tuhan sangat kecewa!
Marilah kita belajar dari Tuhan kita Yesus Kristus. Ia
banyak menghadapi tantangan dalam pelayanannya. Salah
satunya, ketika Ia menyembuhkan seorang perempuan yang
sakit bungkuk. Segera saja tindakan Yesus ini menuai
protes. Tetapi protes itu tidak pernah menyurutkan Yesus
untuk tetap melayani. Ia tetap setia dalam panggilanNya
bahkan sampai ke kayu salib. Bukankah sikap semacam itu
yang seharusnya kita teladani?
[RDj] |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|