|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
5 Agustus 2007
Hosea 11;1-11; Kolose 3:1-11; Lukas 12:13-21
Kenikmatan hidup baru di dalam Kristus |
|
|
|
|
|
|
|
|
Kehidupan baru di dalam Kristus itu layaknya sebuah
perkawinan antara Kristus (Allah) sebagai mempelai
laki-laki dengan jemaat (kita semua) sebagai mempelai
perempuan. Bagi Allah, hidup baru ini sungguh menarik.
Khususnya relasi yang dapat Ia bina dengan manusia. Karena
itulah sejak kehidupan baru ini dimulai, cinta Allah
terus tertuju pada manusia. Tidak peduli bahwa manusia itu
kadang menghianati cintaNya, Ia tetap mencintai manusia.
Karena itu, Allahpun menyesali keputusanNya untuk
menghukum manusia dan kembali menyapa manusia dengan
cintaNya (Hosea 11:8-11).
Nah, bagaimana dengan kita sebagai pengantin perempuan?
Wah, ternyata fokus kita bukan pada sang pengantin
laki-laki (Allah) yang begitu mencintai kita. Kadang kita
nakal dan lirik sana-sini. Jemaat Kolose adalah contohnya.
Mereka tertarik ajaran lain dan segala aturan yang tidak
sesuai kehendak Allah. Mereka lebih melekat pada apa yang
ditawarkan dunia ketimbang cinta Allah pada mereka. Karena
itulah Rasul Paulus mengajak jemaat Kolose untuk mematikan
segala yang duniawi dan kembali berpusat pada Allah (Kol.
3:5-11).
Contoh yang lain adalah perumpamaan yang diajarkan Yesus (Lk.
12:16-21). Betapa harta kekayaan dunia membuat manusia
sering berpaling dari Allah.
Ya, kita memang pengantin yang nakal. Tapi hati-hati
dengan kenakalan itu ya. Rumah tangga (hidup baru) bisa
hancur! Kembalilah pada Allah kekasih hidup kita. Rasakan
kembali cintaNya yang begitu indah. Binalah kembali relasi
bersamaNya, karena kehidupan baru bersamaNya itu
sesungguhnya amat nikmat. Jangan tertarik pada kepalsuan
dunia ini.
Nah, saudara, pengantin macam apa kita ini di hadapan
Allah?? Apapun jawaban anda, Allah tetap mencintaimu
selamanya!
[RDj] |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|