Khotbah Minggu
  10 Juni 2007
1 Raja-raja 17 : 7-24 ; Galatia 1 : 11-24; Lukas 7 : 11-17
Sentuhan Belas Kasihan
   
  Di persimpangan jalan, terlihat ada seorang anak kecil yang menggendong adiknya di tepi jalan. Mereka berdua duduk di pembatas jalan sambil sang kakak menutupi kepada adiknya dengan selendang karena teriknya matahari saat itu. Hal itu cukup membuat hati saya terenyuh dan ada niat ingin turun untuk memberikan sedikit uang kepada mereka, tetapi niat itu urung ketika saya berpikir lagi, apakah masih sempat saya lakukan sebelum lampu hijau menyala, dan niat itupun tidak terlaksana.

Terkadang kita masih bisa bercanda dengan diri kita sendiri, “yang penting sudah ada niat baik” tetapi ternyata itu saja tidak cukup; banyak niat baik yang tertunda dan tidak terlaksana sehingga akhirnya kita tidak berbuat apa-apa.

Bacaan hari ini mengajak kita untuk belajar dari pengalaman janda di Sarfat, bagaimana belas kasihan Allah dinyatakan dengan cara yang unik melalui sang nabi, tetapi juga pengalaman iman Paulus, ketika tindak kejahatannya menganiaya umat Tuhan dibalas dengan belas kasihan Allah yang “menyelamatkan”. Dan dari bacaan yang ke-3 kita menyaksikan, bagaimana Yesus tergerak oleh belas kasihanNya, ketika Ia melihat kesedihan sang janda di Naim karena kehilangan putra tunggalnya yang justru jadi tumpuan dan harapan hidup di masa tuanya, tetapi kini ia meninggal dunia.

Pelajaran menarik buat kita adalah, belas kasihan Allah bukan sekedar ‘niat baik’ yang ada di dalam diri dan perasaanNya saja, terlebih ketika Ia melihat penderitaan, kesedihan sebagaimana dialami kedua janda itu, tetapi juga melihat kejahatan sebagaimana pernah dilakukan Paulus, Ia bertindak kongkrit dengan caraNya yang unik. Hal itu sekaligus mau menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang tidak membiarkan apalagi meninggalkan kita, sekalipun kita didalam beban & kesulitan namun permeliharaanNya pasti. Amin.

[A.S]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003