|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
20 Mei 2007
2 Korintus 8:1-15
Anak Tuhan Yang Peduli |
|
|
|
|
|
|
|
|
Jemaat induk atau pusat di Yerusalem amat membutuhkan
bantuan dana. Maka Rasul Paulus meminta jemaat-jemaat
untuk mengirimkan bantuannya. Beberapa jemaat telah
melakukannya, namun jemaat Korintus, yang waktu itu boleh
disebut sebagai jemaat yang paling kuat dari segi keuangan,
tak kunjung memberikan bantuannya. Padahal Rasul Paulus
telah tiga kali memintanya. Ironisnya, jemaat-jemaat
Makedonia: Filipi, Tesalonika dan Berea termasuk di antara
mereka yang telah mengirimkan bantuannya. Padahal ketiga
jemaat itu boleh disebut sebagai jemaat-jemaat yang
setidaknya sama menderitanya dengan jemaat Yerusalem.
Mirip dengan gambaran saat ini? Tidak selalu. Namun
sesekali memang terjadi: justru orang atau jemaat yang
mampu, yang "enggan" merogoh kantongnya yang tebal dan
dalam, dengan berbagai dalih. Misalnya: "Kebutuhanku
sendiri banyak..." Atau: "Berusaha sendiri dong... seperti
kami..." Bahkan: "Susah kok bagi-bagi...?"
Dasar Rasul Paulus sederhana tetapi tidak mudah, yaitu "keseimbangan".
Namun bukan keseimbangan yang pengertiannya adalah sekadar
penegasan "ini bagianku - itu bagianmu", juga bukan "ini
hasil usahaku - itu hasil usahamu", dan apalagi bukan "semua
harus mendapatkan bagian yang sama". "Keseimbangan" yang
dimaksud Rasul Paulus adalah "semua peduli".
Bila yang berkelebihan dalam hal tertentu peduli pada yang
berkekurangan, maka yang berkekurangan akan berkecukupan.
Dan mereka yang semula berkekurangan kemudian dapat pula
mencukupkan yang semula berkelebihan, dalam hal lain.
"Keseimbangan" yang berdasar pada kepedulian seperti ini
tak mungkin diwujudkan tanpa Kristus. IA-lah personifikasi
dari kepedulian di atas segala kepedulian. Dan kita? Kita
adalah anak-anak-Nya. Maka kita, termasuk anak-anak kita,
musti peduli, demi keseimbangan. Ingat pelajaran Keluaran
16:18!
(PWS) |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|