|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| Khotbah
Minggu |
|
|
|
13 Mei 2007
Matius 19:13-15
Peduli Pada Anak |
|
|
|
|
|
|
|
|
Anak-anak (kecil) memang kadang-kadang kontroversial.
Terkadang mereka itu lucu dan menyenangkan. Namun tak
jarang mereka menjengkelkan dan mengganggu rutinitas serta
kemapanan orang dewasa. Tentunya hal itu tak terhindarkan
karena alam pikir dan hidup anak-anak dengan kita amat
berbeda. Namun manakah yang harus diprioritaskan bila kita
harus memilih?
Tuhan Yesus tidak setuju dengan murid-murid-Nya yang
memrioritaskan orang dewasa, bahkan mementingkan Tuhan
sendiri. Namun Ia juga tidak mengharuskan mereka untuk
memrioritaskan anak-anak. Yang Ia lakukan adalah
menghisabkan anak-anak dalam kehidupan dan dalam misi-Nya.
Misi-Nya adalah misi Kerajaan Allah yang justru
memerhatikan mereka yang tersisih, mereka yang tertinggal
di periferi kehidupan dan yang mereka dianggap tidak
penting, termasuk anak-anak: "Biarkanlah anak-anak itu,
janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku;
sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya
Kerajaan Sorga."
Peduli pada anak berarti bukan sekadar mencukupi segala
kebutuhan mereka, baik jasmani maupun rohani. Juga bukan
sekadar membawa mereka ke Sekolah Minggu. Memang itu perlu
bahkan harus. Hanya persoalannya peduli di sini adalah apa
yang menurut kita sendiri memenuhi kriteria peduli.
Peduli pada anak pada hakikatnya berarti peduli yang
adalah menurut anak-anak sendiri. Untuk itu tidak ada
jalan lain kecuali meneladani Yesus: menyambut mereka,
mendengarkan mereka, membelai mereka, menghisabkan mereka
dalam hidup kita, bahkan mau belajar dari mereka.
Semua orang mencintai anak-anaknya. Tetapi belum tentu
semua orang peduli seperti Yesus pada anak-anaknya.
Apalagi peduli pada semua anak, baik anak sendiri maupun
bukan. Apalagi pada anak-anak yang entah anak siapa dan
entah punya rumah atau tidak...
(PWS) |
|
|
|
|
|
Arsip... |
|
|
|
|