Khotbah Minggu
  22 April 2007
Yohanes 21:1-19
Saling Menggembalakan dengan Kuasa KebangkitanNya
   
  Perjumpaan pertama kali setelah peristiwa pahit itu adalah perjumpaan paling sukar. Tentu ada kekakuan di antara Yesus dan Petrus, namun Tuhan Yesus membuka kebisuan itu. Anehnya Ia tidak bertanya, mengapa dulu engkau menyangkal Aku ? Atau seberapa besar engkau menyesal ? Akan tetapi Yesus yang bangkit itu malahan bertanya “Apakah engkau mengasihi Aku?” Ini bukan pertanyaan mengenai iman Petrus, tapi mengenai kasih Petrus ! Sebelum peristiwa salib, Petrus sudah terlalu banyak bicara soal iman dan keyakinannya, namun ia gagal menunjukkan kasihnya.

Kini di hadapan Kristus yang bangkit, Petrus tidak lagi berani menyatakan bahwa dia mampu mengasihi Kristus dengan kasih ilahi yang tanpa syarat dan bersedia untuk berkorban (kasih agape). Petrus bersikap rendah hati bahwa dia hanya memiliki kasih “philia” (kasih seorang sahabat), namun sangat mengharukan ternyata Tuhan Yesus tetap mempercayai Petrus untuk menggembalakan umatNya. Ini berarti tindakan untuk menggembalakan sesama dalam kuasa kebangkitan Kristus hanya dapat terwujud ketika kita mau bersikap rendah-hati, mengakui ketidakberdayaan dan kelemahan kita. Kuasa kebangkitan Kristus telah membungkus kelemahan, kekurangan dan kegagalan Petrus. Demikian pula kuasa kebangkitan Kristus juga akan memampukan diri kita walaupun kita sebenarnya sangat lemah, penuh kekurangan dan kegagalan, sehingga pada akhirnya kita dapat menjadi alatNya, yaitu untuk menggembalakan umatNya.

[TT]
 
  Arsip...

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003