Renungan
30 Mei 2003
Terus Menengok ke Atas
Pdt. Purboyo W. Susilaradeya
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. (Kisah Para Rasul 1:11)
Banyak orang gemar “menengok ke belakang”, karena ternyata yang di belakang kerapkali lebih baik dan menyenangkan daripada yang dialami saat ini, atau daripada prospek masa depan. Begitu pun para murid ketika YESUS naik ke surga meninggalkan mereka. Mereka terus menengok ke atas ke arah YESUS lenyap dari pandang mereka. Dan mereka tetap saja menengok ke atas walau tahu bahwa TUHAN mereka takkan kembali.

Para murid lupa bahwa YESUS akan kembali, dan terutama bahwa mereka telah memasuki era baru. Zaman baru di mana giliran merekalah kini untuk berkarya melanjutkan apa yang telah dimulai YESUS dan yang akan digenapi-Nya dengan kedatangan-Nya kembali. Kedatangan-NYA kembali yang pasti akan terjadi. Tetapi tidak menurut waktu para murid atau waktu kita, tetapi menurut waktu-Nya sendiri.

Banyak Gereja dan banyak orang percaya juga masih tetap termangu-mangu memandang ke langit. Ke arah surga yang memang mempesona daya tariknya: langit dan bumi baru, di mana segala sesuatu begitu teratur, suci, tanpa kesakitan maupun beban persoalan. Begitu indah prospek itu sehingga mereka tidak jarang melupakan bahwa mereka masih berada di dunia dan belum di sana.

Tentu adalah baik untuk sesekali melihat ke atas, agar tidak lupa bahwa itulah tujuan dan harapan kita. Namun janganlah berlarut-larut, agar kita tidak lupa bahwa tempat kita adalah di sini. Dan bahwa masih banyak tugas yang menantikan kita.

Menjadi saksi-Nya hanya bisa dilakukan para murid di Yerusalem, di Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi, dan pasti bukan di langit sana. Begitu pun dengan pelayanan. Pelayanan bukanlah pelayanan bila ia tidak dilakukan di sini dan menyangkut hal di sini. Sebab untuk itulah antara lain YESUS naik ke sorga, yaitu selain untuk datang kembali, juga agar kita mandiri dan tidak cuma melihat ke atas.

Syukurlah bahwa mengikuti peritiwa kenaikan YESUS adalah peristiwa PENTAKOSTA. Syukurlah bahwa ROH-Nya dikaruniakan kepada kita untuk menuntun dan menguatkan kita. Memampukan segelintir orang bersahaja untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan ALLAH dalam YESUS.

ROH yang juga dikaruniakan kepada gereja dan orang percaya pada masa kini dan di sini.

Masih kurangkah itu sehingga kita masih terlalu gemar melihat ke langit... bahkan acapkali menuntut lebih daripada itu...?
 
>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003