Arsip Refleksi
Peduli pada Alam Lingkungan - 17 Agustus 2008
Andaikata ada lebih banyak orang mau hidup seperti Romo Tan. Andaikata ada lebih banyak orang mau berpikiran seperti Romo Tan. Andaikata dari mimbar lebih kerap dikhotbahkan tentang panggilan dan tanggung jawab setiap orang percaya untuk melestarikan alam lingkungan. Andaikata GKI Pondok Indah dapat berprakarsa seperti Romo Tan untuk memulai sebuah usaha pelestarian alam lingkungan yang cocok di kota, seraya memberdayakan warganya untuk lebih ramah lingkungan. Andaikata...
Dalang Istimewa - 4 Juni 2008
Perangkat wayang dan gamelan adalah milik desa, tetapi di desa itu hanya ada beberapa dalang termasuk Pak Wondo. Ketika waktu berangkat tiba, saya tercengang melihat Pak Wondo. Ia memakai baju tradisional Jawa, lengkap dengan blangkon dan keris. Pertunjukan baru dimulai sekitar jam 21 dan berlangsung hingga menjelang dinihari. Yang luar biasa adalah bahwa selama pertunjukan itu beliau tidak pernah beranjak dari tempatnya untuk ke belakang.
Yang “Lebih daripada yang Biasa” - 2 April 2008
Ternyata, bila kita melihat sekeliling kita dengan cermat. Ada banyak orang yang sungguh-sungguh berusaha untuk berbeda dari yang biasa. Berbeda dalam konotasi positif dan baik. Lebih daripada yang biasa! Kita...?
Tuhan Datang Menjenguk - 26 September 2007
Kedua suami istri itu berpandangan lalu berpelukan dengan penuh syukur. Tiba-tiba terdengar tangisan Gatot yang bangun dari tidurnya. Mereka pun berpisah. Arimbi mengurus Gatot. Bimo mengayuh sepedanya menuju ke universitas. Masing-masing dipenuhi rasa haru. Apa pun yang terjadi Natal kali ini akan menjadi amat istimewa. Tuhan telah menjenguk mereka.
Indonesia Buat Semua - 20 September 2007
Saya tidak habis heran bahwa toleransi di antara para pengamen dan penjaja dagangan terhadap mereka yang berbeda agama begitu nyata. Dan itu hanya bisa terjadi karena sopir dan kondektur bis juga memberikan kesempatan kepada semua orang, pengamen, dan penjual keliling, tanpa membeda-bedakan. Tetapi yang lebih menakjubkan adalah para penumpang yang dengan penuh pengertian serta kesabaran mendengarkan lagu-lagu “country”, lagu-lagu “KoesPlus”, uraian pedagang buku, lagu-lagu rohani Islam, bahkan lagu-lagu rohani Kristen.
Paskah di Hati - 8 Mei 2007
Awal April yang baru lalu, saya mendapatkan tugas yang maha berat. Saya harus menyampaikan kepada seorang teman yang amat dekat bak kakak saya sendiri layaknya, bahwa ia mengidap penyakit terminal yang atasnya tidak dapat dilakukan apa pun. Ia kelihatan begitu lemah, pucat dan tidak berdaya. Saya menjatuhkan pandang saya ke botol infus yang bergantung pada tiang penyangga di sisi ranjangnya, menyusuri selang yang menuju ke pergelangan tangan kanannya, kemudian baru saya menatap wajahnya. Matanya langsung menangkap pandang saya. Saya tidak lagi dapat mengelak.

 Sebelumnya..

• “Mam” Douglas - 3 April 2007
• Pohon Natal yang Istimewa - 22 Pebruari 2007
• Ayahku-Temanku - 27 Nopember 2006
• Merah Putih di Mana-mana - 29 September 2006
• Malaikat-malaikat “Rawinala” - 9 Juni 2006
• Raksasa yang Baik Hati - 24 Maret 2006
• Kristus Lahir di Mana-mana - 2 Pebruari 2006
• Belajar dari Para Pendeta Toraja - 12 Desember 2005
• DR. Th. Van den End: Merdeka, namun...? - 7 September 2005
• Pekabar Injil Yang (Terlalu) Bersemangat - 1 Juli 2005
• Malaikat Tak Dikenal - 17 Maret 2005
• Ibu Sindhoepramana: “Boze mensen zingen niet...” (Orang-orang marah/jahat tidak dapat menyanyi...) - 8 Januari 2005
• Kor Schippers; Profesor Yang Rendah Hati - 30 Nopember 2004
• Oom Jo Tomasoa, Mata Air dari kota Batu - 30 Agustus 2004
• Sang Tabib dari Klaten - 30 Juni 2004
• Pak Sanaman - 30 Mei 2004
• Kelas Katekisasi Istimewa - 30 maret 2004
• Wessel Edelenbos dan Tuhan - 30 november 2003
 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003