Arsip Profil
Roy & Ita Sangkilawang - 14 April 2007
Sebaiknya keluarga menjadi pilar utama di dalam perkembangan rohani remaja dan pemuda sejak dini. Pilar kedua ialah gereja, yang menyediakan sarana pertumbuhan dan pergaulan yang sehat bagi mereka, dan baru kemudian yang lain-lain, seperti masyarakat/sosial, sehingga mereka menjadi saksi Kristus di dunia.
Hindra Tjahjadi, selama masih ada kekuatan tetap akan melayani - 17 Desember 2006
Putra pertama, dari empat bersaudara, dari pasangan Bpk. Hadi Gunawan (Alm) dan Ibu Artiningsih (Alm), dalam percakapan beberapa waktu lalu mengemukakan bahwa dalam bidang pelayanan ini terasa semuanya mengalir begitu saja. “Namun sebagai orang beriman, saya meyakini bahwa semuanya itu dapat berjalan karena penyertaan Tuhan semata,” katanya.
Sukiyono, Bertugas Sambil Melayani - 28 Agustus 2006
Pak Kiyo lulus dari kota kelahirannya pada th 1974. Setelah itu, dalam usia yang masih belia, yaitu sekitar 16 tahun, terus merantau ke Jakarta dan bekerja secara serabutan sebagai tukang batu atau tukang kayu, yang disebutnya sebagai hasil belajar dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Pekerjaan ini dia tekuni hingga tahun 1999 sebelum dia bergabung sebagai petugas Satpam di GKI Pondok Indah.
Pasutri Tjahjono Soerjodibroto: Selalu Berdoa dan Jalani Kehidupan Dengan Penuh Kesabaran - 21 Desember 2005
Sedini mungkin anak-anak kita ajak atau kita libatkan dalam berbagai kegiatan, baik di rumah maupun di dalam pelayanan. Dalam menghadapi masalah yang berat, janganlah kita menganggap bahwa “this is the end the world”. Kita tidak bisa berkata seperti itu, karena masalah selalu ada dan akan datang silih berganti malah bisa sekaligus datang rangkap dua atau lebih. Anggap saja saat itu kita sedang melewati suatu lorong yang panjang gelap, namun di depan pasti ada terang (ingat NKB170).
Dr. Widyaharsana; Bersyukur Kepada Tuhan Kunci bagi Ketenangan dan Kedamaian - 17 Maret 2005
“Tuhan telah memberikan apa saja yang kita perlukan, oleh karena itu sudah sewajarnya jika kita selalu mensyukuri apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada kita. Karena dengan bersyukur itu kita dapat menemukan kunci untuk menuju ke kehidupan yang penuh dengan ketenangan dan kedamaian,”

Tegas dan disiplin, prinsip hidup Bpk. Ruben Sidharta - 14 Januari 2005
Di kalangan teman-temannya, Pak Sie selalu dijuluki sebagai trouble shooter dan cap itu terus menempel hingga kini, karena dalam berbagai hal, baik di perusahaan maupun di lingkungan gereja, Pak Sie juga selalu diminta pertimbangan dan nasihatnya untuk memecahkan berbagai macam persoalan.

 Sebelumnya..

 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003