28 Agustus 2006
Sukiyono, Bertugas Sambil Melayani |
|
|
Kami yakin
bahwa setiap anggota jemaat sudah mengenal dengan sosok
yang akan kita perkenalkan di dalam rubrik profil ini.
Benar! Dialah Sukiyono, anggota Satuan Pengamanan (Satpam)
di gereja kita. Pria bertubuh langsing ini sudah bekerja
serta melayani sebagai anggota Satpam di GKI Pondok Indah
sejak bulan Juni 1999. Mengapa bekerja sambil melayani? Ya,
karena pria kelahiran Yogyakarta tgl 3 Juni 1958 ini
adalah juga anggota jemaat GKI Pondok Indah, yang termasuk
anggota jemaat mula-mula juga.
Menurut Pak Kiyo, begitu dia biasa dipanggil, dalam
menjalankan tugasnya sebagai anggota Satpam di GKI Pondok
Indah ini penuh dengan suka-duka, namun lebih banyak
sukanya, karena dia merasa semua yang dilakukannya adalah
juga sebagai pelayanan kepada Tuhan dan juga kepada sesama.
Oleh karena itu, dalam menyandang tugas, hal itu
dirasakannya bukan sebagai suatu beban, melainkan sebagai
tugas pelayanan dan itu dia kerjakan dan lakukan dengan
penuh sukacita. Namun, ya kadang-kadang, dalam menghadapi
serta melayani banyak orang dengan berbagai macam tabiat,
dia harus dapat membawa diri. Satu hal yang tetap dia
pegang adalah bahwa Pak Kiyo tak mengandalkan segala
sesuatunya pada kekuatan, kemampuan atau kemauannya
sendiri, kecuali pada Tuhan.
Ketika diajak bicara mengenai soal pendidikan dan
pekerjaan yang pernah dijalaninya, Pak Kiyo mengungkapkan
bahwa sebagai manusia yang berasal dari keluarga yang jauh
dari pas-pasan, dia hanya dapat menyelesaikan studinya
sampai di bangku SMP, di mana Pak Kiyo lulus dari kota
kelahirannya pada th 1974. Setelah itu, dalam usia yang
masih belia, yaitu sekitar 16 tahun, putra kedua dari
empat bersaudara dari pasangan Bapak Atmopawiro dan Ibu
Wakinem ini, terus merantau ke Jakarta dan bekerja secara
serabutan sebagai tukang batu atau tukang kayu, yang
disebutnya sebagai hasil belajar dari orang-orang yang ada
di sekitarnya. Pekerjaan ini dia tekuni hingga tahun 1999
sebelum dia bergabung sebagai petugas Satpam di GKI Pondok
Indah.
Dalam masa banyak pergumulan dan tantangan hidup serta
malang-melintang di bidang pekerjaan sebagai tukang
bangunan itu dia bertemu dengan tulang rusuknya yang
sudah lama dicarinya, yaitu Tini, yang dinikahinya pada th
1977. Bu Tini ini ternyata juga berasal dari satu daerah
dengan Pak Kiyo, Yogyakarta, dan usianya hanya terpaut
satu tahun saja dengan Pak Kiyo, karena Bu Tini lahir pada
tgl 26 April 1959.
Ibu Tini Sukiyono itu kini juga bekerja dan melayani di
GKI Pondok Indah, tepatnya di Klinik Umum GKI Pondok Indah,
sebagai tenaga administrasi, yang telah dijalaninya sejak
bulan Nopember 1991. Maka janganlah heran kalau
sewaktu-waktu anda melihat ada anggota Satpam GKI Pondok
Indah yang selalu melakukan antar-jemput dengan scooter-nya.
Tidak salah lagi, mereka adalah pasangan Pak Kiyo dan Bu
Tini.
Dari perkawinan ini pasangan Pak Kiyo dan Bu Tini kini
dikaruniai dua orang putera, yang pertama Tinus Haryono,
kelahiran Jakarta 26 Oktober 1978 dan jebolan STM. Kini
Tinus bekerja sebagai Satpam pula di rumah salah seorang
anggota jemaat GKI Pondok Indah. Putera kedua adalah Apri
Dwi Cahyo, kelahiran Jakarta 8 April 1980, yang sudah
menyelesaikan studi S1-nya dari Fakultas Pertanian
Universitas Negeri Udayana, Denpasar, dan kini masih
menunggu pekerjaan.
Baik Pak Kiyo maupun Bu Tini mengemukakan bahwa dalam
menjalani kehidupan ini, di samping berusaha, mereka juga
menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Tuhan. Dengan
keyakinan iman sedemikian itu, pasangan ini kini sudah
memiliki rumah sendiri, meskipun kecil, di daerah Pondok
Labu, tepatnya di Kampung Pulo. Semuanya itu adalah hasil
keringat saya sendiri dan saya kerjakan sendiri bersama
dengan adik saya, yang kebetulan juga bekerja sebagai
tukang batu, kata Pak Kiyo sambil memandangi rumahnya.
Namun satu hal, di mana Pak Kiyo dan keluarga merasa
prihatin, yaitu jika sedang musim hujan atau banjir,
rumahnya selalu kebanjiran. Bahkan pada banjir besar th
2000 lalu rumahnya terendam air sampai beberapa hari.
Namun saya masih bersyukur, karena hanya dengan
penyertaan serta kemurahan Tuhan saja, segala sesuatunya
dapat kami jalani dengan baik dan tanpa gejolak, katanya.
Selain bertugas dan melayani sebagai anggota Satpam GKI
Pondok Indah, kadang-kadang Pak Kiyo juga masih melayani
panggilan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan kayu,
seperti membuat meja-kursi, lemari, kusen, pintu dan lain
sebagainya sebagai sambilan. (skt) |
 |
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|
|