|
Kisah berikut ini merupakan suatu kisah yang patut untuk
diteladani, terutama oleh pasangan-pasangan muda. Kenapa?
Karena mereka menyadari bahwa perjalanan kehidupan
keluarga untuk membina rumah tangga yang bahagia dan
sejahtera bukanlah perjalanan yang mudah seperti yang
mereka bayangkan sebelumnya.
Pasangan Wiling Bolung (39) dan Nutty Bolung (38) ini
berkisah kepada Kasut bahwa kehidupan rumah tangga mereka
pernah mengalami pasang-surut.
Di dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, ternyata
tidak semudah yang kami bayangkan sebelumnya. Banyak
sekali perbedaan-perbedaan dan kerikil serta batu yang
menghadang jalan kehidupan pernikahan kami, tutur Sdr.
Wiling Bolung dalam suatu percakapan dengan Kasut beberapa
waktu yang lalu.
Namun kami menyadari apabila kehidupan kami tidak di
jalan Tuhan, entahlah apa jadinya kami sekarang ini,
tambahnya. Jadi pada hakekatnya, jalan Tuhan merupakan
landasan utama untuk menjalani kehidupan rumah tangga guna
membina suatu keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Pasutri Wiling Bolung dan Nutty Bolung menikah 12 tahun
yang lalu, dan kini pasangan muda ini dikaruniai tiga
orang anak, dua puteri dan seorang putera, masing-masing
berusia 11, 9 dan 6 tahun.
Keluarga muda ini mempunyai suatu kebiasaan yang boleh
dicontoh oleh pasangan-pasangan lain, yaitu untuk dapat
makan malam bersama setiap akhir pekan atau Jumat malam
(Thank God Its Friday!). Wiling selalu berusaha untuk
dapat tiba di rumah pada setiap akhir pekan pada sore hari,
sehingga mereka sekeluarga dapat berangkat bersama ke mana
saja sesuai dengan selera mereka pada saat itu.
Sebenarnya pasangan muda ini mempunyai latar belakang
pendidikan yang sama, karena mereka sama-sama lulusan dari
sebuah perguruan tinggi swasta yang sama di Jakarta pada
jurusan Manajemen Perbankan. Mereka lulus bareng pada
tahun 1987 dan kemudian mereka sama-sama bekerja di bank
swasta. Wiling bekerja di sebuah bank swasta asing sejak
tahun 1988 hingga kini, sementara Nutty, setelah
malang-melintang di sejumlah bank swasta dan setelah
lahirnya anak kedua, kini sepenuhnya menekuni profesi baru
sebagai ibu rumah tangga.
|
|
Berbicara tentang kegiatan mereka di gereja, Wiling
mengemukakan bahwa mereka pertama kali nyemplung di
dalam kegiatan gereja karena ikut terlibat di dalam suatu
kepanitiaan, yaitu Panitia Natal beberapa tahun lalu dan
juga di dalam suatu paduan suara.
Sampai saat ini, pasangan muda ini masih terus bergiat di
lingkungan Tim Pasutri yang berada di bawah Komisi Dewasa
GKI Pondok Indah.
Melalui kegiatan yang ada di Tim Pasutri GKI Pondok Indah
inilah kami mengalami suatu kehidupan pernikahan yang
terus diperbaharui dan kami benar-benar merasakan kasih
Tuhan yang besar. Kami anggap ini menjadi pengalaman
rohani yang paling berkesan di dalam kehidupan keluarga
kami, kata Wiling.
Menurut pasangan muda ini, berkomunikasi yang baik
merupakan kunci dan senjata yang ampuh untuk mencairkan
kebekuan dalam ketegangan relasi serta menciptakan
hubungan yang baik di dalam keluarga.
Dalam kaitan ini, bukan saja komunikasi terhadap sesama
anggota keluarga saja, namun terlebih lagi komunikasi
dengan Tuhan dalam bentuk persekutuan keluarga, yang
adalah merupakan sebuah gereja kecil. (wb/skt)
|