PRofil
30 Nopember 2003
Wiling Bolung
Jalan Tuhan Landasan Utama Jalani Kehidupan Keluarga

Kisah berikut ini merupakan suatu kisah yang patut untuk diteladani, terutama oleh pasangan-pasangan muda. Kenapa? Karena mereka menyadari bahwa perjalanan kehidupan keluarga untuk membina rumah tangga yang bahagia dan sejahtera bukanlah perjalanan yang mudah seperti yang mereka bayangkan sebelumnya.

Pasangan Wiling Bolung (39) dan Nutty Bolung (38) ini berkisah kepada Kasut bahwa kehidupan rumah tangga mereka pernah mengalami pasang-surut.

“Di dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, ternyata tidak semudah yang kami bayangkan sebelumnya. Banyak sekali perbedaan-perbedaan dan kerikil serta batu yang menghadang jalan kehidupan pernikahan kami,” tutur Sdr. Wiling Bolung dalam suatu percakapan dengan Kasut beberapa waktu yang lalu.

“Namun kami menyadari apabila kehidupan kami tidak di jalan Tuhan, entahlah apa jadinya kami sekarang ini,” tambahnya. Jadi pada hakekatnya, jalan Tuhan merupakan landasan utama untuk menjalani kehidupan rumah tangga guna membina suatu keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Pasutri Wiling Bolung dan Nutty Bolung menikah 12 tahun yang lalu, dan kini pasangan muda ini dikaruniai tiga orang anak, dua puteri dan seorang putera, masing-masing berusia 11, 9 dan 6 tahun.

Keluarga muda ini mempunyai suatu kebiasaan yang boleh dicontoh oleh pasangan-pasangan lain, yaitu untuk dapat makan malam bersama setiap akhir pekan atau Jumat malam (Thank God It’s Friday!). Wiling selalu berusaha untuk dapat tiba di rumah pada setiap akhir pekan pada sore hari, sehingga mereka sekeluarga dapat berangkat bersama ke mana saja sesuai dengan selera mereka pada saat itu.

Sebenarnya pasangan muda ini mempunyai latar belakang pendidikan yang sama, karena mereka sama-sama lulusan dari sebuah perguruan tinggi swasta yang sama di Jakarta pada jurusan Manajemen Perbankan. Mereka lulus bareng pada tahun 1987 dan kemudian mereka sama-sama bekerja di bank swasta. Wiling bekerja di sebuah bank swasta asing sejak tahun 1988 hingga kini, sementara Nutty, setelah malang-melintang di sejumlah bank swasta dan setelah lahirnya anak kedua, kini sepenuhnya menekuni profesi baru sebagai “ibu rumah tangga.”

Pengalaman Rohani yang Berkesan

Berbicara tentang kegiatan mereka di gereja, Wiling mengemukakan bahwa mereka pertama kali “nyemplung” di dalam kegiatan gereja karena ikut terlibat di dalam suatu kepanitiaan, yaitu Panitia Natal beberapa tahun lalu dan juga di dalam suatu paduan suara.

Sampai saat ini, pasangan muda ini masih terus bergiat di lingkungan Tim Pasutri yang berada di bawah Komisi Dewasa GKI Pondok Indah.

“Melalui kegiatan yang ada di Tim Pasutri GKI Pondok Indah inilah kami mengalami suatu kehidupan pernikahan yang terus diperbaharui dan kami benar-benar merasakan kasih Tuhan yang besar. Kami anggap ini menjadi pengalaman rohani yang paling berkesan di dalam kehidupan keluarga kami,” kata Wiling.

Menurut pasangan muda ini, berkomunikasi yang baik merupakan kunci dan senjata yang ampuh untuk mencairkan kebekuan dalam ketegangan relasi serta menciptakan hubungan yang baik di dalam keluarga.

Dalam kaitan ini, bukan saja komunikasi terhadap sesama anggota keluarga saja, namun terlebih lagi komunikasi dengan Tuhan dalam bentuk persekutuan keluarga, yang adalah merupakan sebuah gereja kecil. (wb/skt)

 
>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003