PRofil
30 juni 2002
Pak Sobari Satpam GKI Pondok Indah
...sering lihat hantu di belakang gedung Gereja...

Sosok laki-laki ini tidaklah kekar atau gagah seperti layaknya pasukan keamanan, kesan yang gampang ditangkap laki-laki ini sangat sederhana, berkumis dan murah senyum.

Pria berusia 54 tahun yang lalu dilahirkan di Sumatra Selatan, tanggal 11 Nopember 1947 bernama Sobari, anggota Satpam GKI PI paling senior dari enam anggota Satpam (Sudradjat, Sukiyono, Haryanto, Djoni, Marton, dan Badillah).

Suami dari Sri Pujiati ini telah dikaruniai dua orang anak kedua-duanya perempuan masing-masing diberi nama Santi dan Nurjanah. Akrab dipanggil dengan nama Pak Bari, sebelum bertugas di GKI PI, ia bertugas di Bukit Golf Pondok Indah. Sejak 1 Maret 1988 ia bertugas di GKI PI.

Ketika ditanyakan apa suka-dukanya selama menjadi Satpam di GKI PI, ada jawaban yang lucu bagi penulis, yaitu sering melihat hantu pada waktu bertugas malam hari khususnya di sekitar belakang gedung gereja.

Bagi Pak Bari yang menyenangkan dalam hidupnya selama ini, sekarang ia sudah memiliki rumah tinggal biarpun kecil dan dibayar secara mencicil (KPR). Dia sangat mensyukuri berkat ini.

Baginya pengalaman hidup dan tugasnya dianggap enak, bahkan semuanya enak, demikian katanya. Kuncinya menerapkan pola hidup dengan penuh syukur. Suatu kesan-kesan yang didapat Pak Bari kepada gereja, khususnya pada sikap jemaat, dia katakan baik-baik.
Menjawab pertanyaan apa keinginan Pak Bari kepada teman-teman sekerja atau kantor gereja? “Sama-sama saling menghargai, saling mangasihi sesama teman, rukun-rukun selalu supaya ada damai.”

Menyoroti perjalanan dan perkem-bangan jemaat di GKI PI menurut Pak Bari, sangat pesat, khususnya jumlah jemaat yang hadir dan aktivitas yang ada, bahkan setiap harinya gereja ini sepertinya kantor pada umumnya, tidak pernah sepi dari kegiatan jemaat.

Sewaktu penulis bertanya, kejadian-kejadian waktu lalu dengan adanya teror bom atau bahkan ada peledakan beberapa gedung gereja di tempat lain, ada rasa takut? Jawabnya singkat, tidak! Tapi waspada!

Menurut Pak Bari masih diperlukan bantuan keamanan dari satuan polisi atau militer seperti dari Marinir, untuk acara-acara besar seperti perayaan Natal, tahun baru atau hari besar gereja yang menghadirkan banyak jemaat.

Menjawab pertanyaan terakhir Pak Bari, bagaimana sikap jemaat yang parkir mobil pada hari Minggu? Ada yang rewel atau tidak? Ia menjawab, ada memang tapi hanya sebagian kecil, misalnya suka pilih-pilih tempat dan kadang ada yang seenaknya parkir, dan kurang menghargai hak orang lain, bahwa masih banyak jemaat yang juga memerlukan kenyamanan dan ketenangan berparkir. (brt)

 
>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003