|
Sosok laki-laki ini tidaklah kekar atau gagah seperti
layaknya pasukan keamanan, kesan yang gampang ditangkap
laki-laki ini sangat sederhana, berkumis dan murah senyum.
Pria berusia 54 tahun yang lalu dilahirkan di Sumatra
Selatan, tanggal 11 Nopember 1947 bernama Sobari, anggota
Satpam GKI PI paling senior dari enam anggota Satpam (Sudradjat,
Sukiyono, Haryanto, Djoni, Marton, dan Badillah).
Suami dari Sri Pujiati ini telah dikaruniai dua orang anak
kedua-duanya perempuan masing-masing diberi nama Santi dan
Nurjanah. Akrab dipanggil dengan nama Pak Bari, sebelum
bertugas di GKI PI, ia bertugas di Bukit Golf Pondok Indah.
Sejak 1 Maret 1988 ia bertugas di GKI PI.
Ketika ditanyakan apa suka-dukanya selama menjadi Satpam
di GKI PI, ada jawaban yang lucu bagi penulis, yaitu
sering melihat hantu pada waktu bertugas malam hari
khususnya di sekitar belakang gedung gereja.
Bagi Pak Bari yang menyenangkan dalam hidupnya selama ini,
sekarang ia sudah memiliki rumah tinggal biarpun kecil dan
dibayar secara mencicil (KPR). Dia sangat mensyukuri
berkat ini.
Baginya pengalaman hidup dan tugasnya dianggap enak,
bahkan semuanya enak, demikian katanya. Kuncinya
menerapkan pola hidup dengan penuh syukur. Suatu
kesan-kesan yang didapat Pak Bari kepada gereja, khususnya
pada sikap jemaat, dia katakan baik-baik.
Menjawab pertanyaan apa keinginan Pak Bari kepada
teman-teman sekerja atau kantor gereja? “Sama-sama saling
menghargai, saling mangasihi sesama teman, rukun-rukun
selalu supaya ada damai.”
Menyoroti perjalanan dan perkem-bangan jemaat di GKI PI
menurut Pak Bari, sangat pesat, khususnya jumlah jemaat
yang hadir dan aktivitas yang ada, bahkan setiap harinya
gereja ini sepertinya kantor pada umumnya, tidak pernah
sepi dari kegiatan jemaat.
Sewaktu penulis bertanya, kejadian-kejadian waktu lalu
dengan adanya teror bom atau bahkan ada peledakan beberapa
gedung gereja di tempat lain, ada rasa takut? Jawabnya
singkat, tidak! Tapi waspada!
Menurut Pak Bari masih diperlukan bantuan keamanan dari
satuan polisi atau militer seperti dari Marinir, untuk
acara-acara besar seperti perayaan Natal, tahun baru atau
hari besar gereja yang menghadirkan banyak jemaat.
Menjawab pertanyaan terakhir Pak Bari, bagaimana sikap
jemaat yang parkir mobil pada hari Minggu? Ada yang rewel
atau tidak? Ia menjawab, ada memang tapi hanya sebagian
kecil, misalnya suka pilih-pilih tempat dan kadang ada
yang seenaknya parkir, dan kurang menghargai hak orang
lain, bahwa masih banyak jemaat yang juga memerlukan
kenyamanan dan ketenangan berparkir. (brt) |