Pak Pdt. Yth.
Sesuai dengan firman Tuhan bahwa buah roh seharusnya
dimiliki oleh setiap orang Kristen.
Pertanyaannya:
Apakah orang yang bukan Kristen juga memiliki buah roh?
Mengapakah ada orang-orang bukan Kristen yang lebih
menampakkan buah roh tersebut daripada orang-orang Kristen
sendiri?
Atas penjelasan Bapak diucapkan terimakasih.
S di Jakarta
Pdt. Rudianto Djajakartika:
Saudara S yang baik,
Untuk menjawab pertanyaan anda, saya akan menguraikan
terlebih dahulu mengenai cara Roh Kudus bekerja:
1. Roh Kudus bekerja di tengah dunia ini untuk
menginsafkan dunia akan berbagai kebenaran Allah (Yoh.
16:8-11)
2. Roh Kudus bekerja di dalam diri orang percaya (Kristen)
untuk memimpin orang tersebut ke dalam seluruh kebenaran
Allah (Yoh. 16:13-15).
Nah, ketika rasul Paulus berbicara tentang buah Roh dalam
Gal. 5:16-26, tentu yang dimaksud di sini adalah pekerjaan
Roh Kudus dalam diri orang percaya, yaitu mereka yang
sudah menjadi milik Kristus (bdk. Gal. 5:24). Tetapi
berita utama dari diskusi mengenai buah Roh ini adalah
kehadiran Roh Kudus untuk membantu setiap anak Tuhan
memerangi kedagingannya dan menggantikannya dengan buah
Roh. Tidak pernah disinggung dalam diskusi buah Roh ini,
bahwa buah Roh adalah karunia eksklusif yang hanya
dimiliki oleh orang percaya (Kristen). Bahkan kehadiran
buah Roh bisa saja tidak nampak dalam diri orang percaya
(Kristen), manakala orang percaya tersebut tidak
menempatkan dirinya di bawah pimpinan Roh. Inilah keadaan
yang disebut sebagai tidak melakukan apa yang kamu
kehendaki (Gal. 5:17b).
Sementara itu, yang namanya buah selalu berhubungan
dengan pohonnya. Buah Roh tentu tidak bisa dipisahkan
dari Roh Kudus itu sendiri. Nah, jika Roh Kudus bekerja di
dalam dunia untuk menginsafkan dunia, maka sangat mungkin
kehadiran buah Roh tersebut juga nampak di dalam dunia
yang menjadi ladang pekerjaan Roh Kudus, termasuk dalam
diri orang-orang non Kristen. Hanya, cara kerja Roh Kudus
tersebut berbeda. Jika dalam diri orang Kristen Roh Kudus
bekerja dari dalam, maka dalam diri orang-orang non
Kristen, Ia bekerja dari luar serta memanfaatkan berbagai
sarana yang dikenal oleh orang-orang tersebut. Misalnya,
melalui berbagai ajaran kebajikan yang dikenal oleh orang
tersebut.
Lalu mengapa ada orang-orang non Kristen yang lebih
menampakkan buah Roh ketimbang orang Kristen itu sendiri?
Sebagaimana saya sudah jelaskan tadi, buah Roh bisa saja
tidak nampak dalam diri orang Kristen manakala dia kalah
terhadap kedagingannya. Sementara itu, karya Roh Kudus di
tengah dunia bisa saja menghasilkan buah Roh di tengah
dunia, termasuk dalam diri orang-orang non Kristen. Nah,
jika orang Kristen yang kalah terhadap kedagingannya tadi
diperhadapkan dengan orang non Kristen yang baik, bisa
saja, buah Roh akan lebih nampak dalam perilaku orang non
Kristen ketimbang dalam diri orang Kristen yang kalah tadi.
Tentu ini merupakan sebuah ironi! Justru karena itulah
rasul Paulus kemudian mendiskusikan mengenai buah Roh,
dengan penekanan bahwa sebagai orang Kristen yang memiliki
Roh Kudus, seharusnya mereka itu menang terhadap
kedagingannya, sebab kedagingan tersebut sudah disalibkan
bersama Kristus (Gal. 5:24).
Demikian jawaban saya, semoga membantu pergumulan anda. |