Di Majalah
Kasut pernah ditulis tentang
masa kecil Yesus. Dari kisah
dan cerita tersebut, kita mungkin geli. Karena Tuhan Yesus
(Yesus dewasa yang kita tahu) amat Pengasih tetapi
ternyata semasa kecil pada tulisan tersebut terkesan
“bandel” dan “pendendam” tetapi juga “Anak Sakti”. Meski
kisah tersebut tidak ada dalam Alkitab maka sebagai awam
saya ingin tanyakan:
- Kisah Yesus semasa kecil itu sumbernya dari mana dan
bagaimana sikap kita terhadap cerita-cerita Yesus walaupun
bagus akan tetapi tidak ada di dalam Alkitab?
- Adakah cerita-cerita menarik lainnya ketika Yesus masih
remaja mengingat di dalam Alkitab sebelum dilahirkan saja
Yesus sudah dinubuatkan, ada kisah natal, ada Yesus usia
12 tahun yang pintar. Nah setelah usia remaja Yesus tidak
dicatat dalam Alkitab, tahu-tahu di masa pelayanan bersama
murid-murid yang diawali pembaptisan oleh Yohanes
Pembaptis?
- Pernah ada cerita dari “orang lain” bahwa Yesus remaja
itu menyenangkan, yakni: pintar, bijaksana dll sehingga
banyak tetangga yang mempunyai anak gadis ingin mengambil
menantu dia. Apakah cerita ini lucu?
Mohon penjelasan, atas jawaban Bapak saya mengucapkan
terima kasih.
Bb-Jkt
Pdt. Rudianto Djajakartika:
Saudara Bb yang
baik,
Sebagai seorang tokoh, maka banyak sekali yang memuja
Yesus. Tetapi mungkin ada juga yang membenci-Nya. Banyak
juga yang mendapat inspirasi dari Yesus. Dan tentu saja
banyak sekali saksi mata, yaitu orang-orang di sekitar
Yesus, bisa murid-Nya, bisa juga orang yang pernah
disembuhkan-Nya dan yang lain.
Nah, sangat terbuka mereka ini lalu menulis
tulisan-tulisan tentang Yesus. Bisa laporan pandangan mata,
bisa perenungan, bisa juga imajinasi tentang Dia, termasuk
masa kecil-Nya. Yang jelas disekitar abad I, banyak sekali
beredar tulisan tentang Yesus. Kadang bisa dilacak
sumbernya, kadang tidak lagi diketahui dari mana sumbernya.
Maklumlah, kondisi waktu itu kan belum ada pengarsipan dll.
Kadang tulisan ini bertentangan satu dengan yang lain.
Maklumlah yang menulis bisa pemuja-Nya tapi juga bisa
musuh-Nya. Ada juga tulisan yang sepertinya mengada-ada,
lucu dan aneh. Namanya juga menulis, ya terserah yang
menuliskan. Tetapi ada juga tulisan yang berangkat dari
inspirasi Roh Kudus, punya tujuan untuk membangun jemaat
(2Tim 3:16-17). Nah, semua tulisan ini beredar ke sana ke
mari, pokoknya heboh sekali. Padahal waktu itu belum ada
sms dan e-mail. Bisa dibayangkan kalau sudah ada, wah
orang forward ke sana ke mari pasti makin heboh!
Akibatnya, umat dari gereja awal lalu mengalami
kebingungan. Kalau anda baru baca tulisan tentang masa
kecil Yesus saja sudah bertanya-tanya, apalagi umat waktu
itu. Melihat tulisan yang bermacam-macam dan kadang
bertentangan satu dengan yang lain, pasti luar biasa
bingungnya. Karena itu para Bapa gereja lalu mengambil
inisiatif. Mereka mengadakan sidang untuk meneliti semua
tulisan yang beredar. Tidak jelas berapa lama mereka
bersidang, yang jelas ini sidang serius. Selain bersidang
mereka tentu juga berdoa mohon pimpinan Roh Kudus.
Dari sidang itulah lalu ditetapkan mengenai
Kanonisasi
Alkitab. Muncullah Alkitab seperti yang kita kenal
sekarang. Ada ‘benangmerah’nya dari kitab Kejadian sampai
Wahyu. Dianggap cukup dan tertutup. Inilah Kitab Suci yang
menjadi pegangan umat, termasuk di dalamnya Injil mengenai
Yesus Kristus.
Lalu bagaimana tulisan yang tidak masuk Alkitab? Meskipun
tulisan itu baik, ya tetap dianggap bukan kitab suci.
Boleh dibaca sepanjang membangun iman tetapi tidak bisa
dijadikan pegangan dan tidak punya legitimasi gerejawi.
Termasuk di dalamnya ya tulisan tentang ‘masa kecil’ Yesus
di luar yang tercantum dalam Alkitab. Sumbernya? Wah, ya
bisa dari mana saja. Bisa dari murid-Nya, pemuja-Nya, atau
siapa saja.
Bagaimana sikap kita terhadap tulisan itu? Yang jelas itu
bukan kitab suci dan tidak punya legitimasi gerejawi.
Tetapi kalau anda tertarik, apalagi dapat membangun iman
anda ya dibaca saja! Hanya, semua itu harus diteliti
silang dengan Alkitab. Kalau isinya ada yang bertentangan
dengan Alkitab, maka yang menjadi pegangan kita adalah
Alkitab, bukan tulisan itu!
Bagaimana dengan tulisan mengenai masa remaja Yesus?
Mestinya ya ada, apalagi Dia tokoh yang terkenal, tetapi
ya itu, oleh para Bapa gereja tidak dimasukkan dalam
Alkitab. Bahkan tulisan mengenai mujizat yang dibuat Yesus
pun tidak semuanya masuk dalam Alkitab (bdk. Yoh.
20:30-31). Kalau semua yang dilakukan Yesus dimasukkan
dalam Alkitab, wah... mungkin kita tidak kuat membawa
Alkitab saking tebalnya. Yang penting bahwa apa yang ada
dalam kanon Alkitab cukup untuk membimbing kita kepada
keselamatan.
Bagaimana tentang tulisan Yesus remaja yang pintar dan
bijak hingga banyak gadis tertarik kepada-Nya? Ha... ha...
kalau memang ada, mungkin ini tulisan imajiner orang yang
lagi jatuh cinta... Lucu?? Wah, ya tergantung siapa yang
membacanya... lucu itu kan subyektif sekali! Yang jelas
itu bukan Alkitab!
Buat saya, yang lucu adalah, kalau orang lebih tertarik
tulisan di luar Alkitab ketimbang Alkitab itu sendiri...
ha... ha... ini juga subyektif lho... |