Pastoralia
30 Nopember 2003
Bagaimana Proses Penyusunan Alkitab?

Pak Pendeta, bagaimana sih proses penyusunan Alkitab? Kabarnya, pada waktu penyusunan Alkitab ada kitab-kitab yang dihilangkan. Apa betul demikian? Lalu di mana naskah asli Alkitab sekarang disimpan? Terus kenapa Alkitabnya orang Katolik berbeda dengan Alkitabnya orang Kristen? Terima kasih Pak atas jawabannya.

NN di Jkt.


Pdt. Rudianto Djajakartika:

Wah, ini cerita yang panjang.

Jadi, pada masa lalu, orang-orang percaya yang dipakai Tuhan melihat peristiwa-peristiwa tertentu yang dialaminya dalam terang iman. Di sinilah kita meyakini peran Roh Kudus yang bekerja dan membimbing orang-orang tersebut.

Hasil perenungan mereka, bisa berwujud respon atas peristiwa tertentu atau catatan langsung atas peristiwa tertentu kemudian mereka teruskan pada orang percaya yang lain secara lisan. Kita menyebutkannya tradisi lisan.

Lalu ada orang percaya lain yang mengumpulkan tradisi lisan tersebut kemudian ditulis. Kita menyebutnya tradisi tertulis. Kemudian ada orang lain yang mengumpulkan tradisi tertulis itu dan kemudian membentuknya menjadi sebuah kitab. Misalnya kitab kejadian. Tetapi ada juga yang merenungkan langsung ditulis (tanpa tradisi lisan), misalnya surat-surat Paulus.

Jadi penulis Alkitab itu bisa penulis langsung, tetapi bisa juga mereka yang menuliskan tradisi lisan, atau bahkan mereka yang mengumpulkan tradisi tertulis menjadi sebuah kitab.

Meskipun kadang-kadang penulis Alkitab itu bukan penulis langsung, tetapi kita percaya pada waktu mereka menuliskan tradisi lisan, atau mengumpulkan tradisi tertulis, tetap di bawah bimbingan Roh Kudus. Tuhanlah yang menggerakkan mereka untuk menuliskan tradisi lisan atau mengumpulkan tradisi tertulis. Di sini sudah terjadi proses seleksi.

Tidak semua tradisi lisan mereka tuliskan, dan tidak semua tradisi tertulis mereka rangkum menjadi sebuah kitab. Dalam proses seleksi inilah peranan iman penulis di bawah bimbingan Roh Kudus menjadi amat penting. Sekali lagi, penulis langsung atau tidak langsung, keduanya tetap dibimbing oleh Roh Kudus.

Hasil akhirnya, muncullah kitab-kitab yang belum menyatu. Ada kitab kejadian, nabi-nabi, injil, surat-surat dan banyak lainnya. Kitab-kitab ini kemudian disatukan oleh gereja menjadi Alkitab. Di sini kembali terjadi proses seleksi.

Tidak semua kitab yang ada langsung dirangkum menjadi Alkitab. Dalam persidangannya, gereja berdoa dan mohon bimbingan Roh Kudus untuk bisa memilih kitab mana yang layak disatukan menjadi Alkitab. Tentu ada kitab-kitab yang tidak dimasukkan, tetapi saya tidak memakai kata ‘dihilangkan’ karena memang prosesnya belum selesai.

Hasil akhirnya ternyata ada 2 versi Alkitab yang disebut kanon Palestina (Alkitabnya orang Kristen) dan kanon Aleksandria (Alkitabnya orang Katolik). Sebenarnya Alkitabnya orang Katolik isinya sama persis dengan Alkitabnya orang Kristen, hanya ada beberapa tambahan kitab yang disebut dengan deuterokanonika.

Setelah proses ini selesai, maka gereja menetapkan, inilah Alkitab, pegangan gereja, bersifat cukup, tidak harus ditambah dan dikurangi lagi. Jadilah Alkitab yang ada sekarang ini.

Yang sangat menarik adalah, bahwa meskipun proses penyusunan Alkitab melewati kurun waktu yang amat panjang (bisa ribuah tahun) dan melibatkan banyak orang, tetapi alur pemikiran imannya ternyata utuh dan menyatu. Ayat-ayatnya telah membimbing banyak orang untuk makin mengenal Allah dan membawa orang kepada keselamatan. Dari sinilah kita boleh yakin, bahwa proses penyusunan ini bukan proses sembarangan. Ada campur tangan Allah yang membimbing dan menerangi dalam proses penyusunan ini.

Di mana naskah aslinya? Ada di beberapa museum di Inggris, Italia dan mungkin juga beberapa tempat yang lain. Mungkin kalau anda ada kesempatan untuk berlibur ke Eropa, bisa juga mengunjungi beberapa museum yang menyimpan naskah asli Alkitab. Saya memang tidak tahu persis di museum mana, tetapi itu bisa dicari dengan mudah kalau memang mau ke sana. Demikian jawaban saya, semoga bisa menambah keyakinan kita pada Alkitab sebagai Firman Tuhan.

 
>> Arsip

Bila anda berminat untuk ikut serta dalam kolom Pastoralia ini, silahkahkan klik ...>>

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003