Pastoralia
30 juni 2002
Apakah Kebaktian di Televisi dapat Menggantikan Kebaktian di Gereja?

Dengan perkembangan teknologi komunikasi dewasa ini, kami rasakan semakin banyak acara-acara gereja (Kebaktian atau Puji-pujian) yang ditayangkan melalui Televisi, bahkan salah satu channel Kabelvision 24 jam menayangkan acara sejenis. Gejala ini bisa menjadi indikasi munculnya sebuah Virtual Christianity?

Pada saat menyaksikan acara tersebut, ada kalanya hati sempat tersentuh, tetapi tidak seperti hati yang tersentuh ketika sujud dalam kebaktian di gereja. Ada perasaan yang berbeda.

Pertanyaan saya adalah: Apakah acara (kebaktian) di televisi dapat menggantikan kebaktian hari minggu dalam arti pengampunan dan berkat yang sama dapat diperoleh melalui acara tersebut? Atas tanggapan Bapak tak lupa kami sampaikan terima kasih.

Salam, D Han - Jakarta


Pdt. Rudianto Djajakartika:

Ya, sekarang memang makin banyak acara TV rohani, biasanya bentuknya bukan seperti kebaktian hari minggu. Saya tidak tahu apakah dalam siaran di Kabelvision ada yang bentuknya seperti kebaktian hari minggu. Maklumlah, saya memang tidak berlangganan TV kabel.

Terlepas dari itu, pertanyaan anda adalah, apakah itu bisa menggantikan kebaktian hari minggu yang biasa kita ikuti? Anda sudah menjawabnya sendiri kan? Rasanya lain! Jadi ya memang beda! Letak perbedaan yang paling utama adalah pada makna persekutuan!

Menurut pemahaman saya, persekutuan tidak bisa dilepaskan dari perjumpaan kita dengan sesama, di mana keduanya sadar akan kehadiran masing-masing dan saling menghibur, menasihati, menguatkan serta banyak lainnya. Di abad modern ini kita memang bisa mewujudkan persekutuan dengan sesama seperti itu meskipun kita terpisah oleh jarak. Misalnya doa bersama lewat telpon (saya sering melakukannya), dan itu adalah persekutuan.

Tetapi berbeda dengan hanya nonton TV, di mana kesadaran akan perjumpaan dengan sesama tidak dirasakan. Bisa sih kita mengatakan: “Di dalam iman saya menyadari akan kehadiran para penonton TV bersama saya!” Tetapi menurut pemahaman saya, kesadaran semacam itu tetap tidak bisa menggantikan perjumpaan langsung (meski terpisah oleh jarak).

Sebagian orang memang mengartikan nasihat Firman Tuhan tentang ‘pertemuan ibadah’ dalam Ibrani 10:25, sebagai sebuah nasihat yang terikat oleh konteks, sehingga di zaman modern ini, kita harus mengartikan ulang nasihat tersebut sesuai konteks zaman modern.

Saya setuju dengan pendapat tersebut. Firman Tuhan memang terikat pada sebuah konteks tertentu, sehingga ketika kita akan membawa Firman itu pada konteks yang berbeda, kita perlu mengartikan ulang Firman tersebut sesuai konteks yang ada, dengan tanpa mengubah maksud utamanya!

Nah, pertanyaannya, apakah ‘maksud utama’ nasihat tersebut untuk saling menasihati dapat terwakili dengan hanya menonton TV? Menurut pemahaman saya tidak! Bahkan berdoa bersama lewat telpon yang masih saya artikan sebagai sebuah persekutuan tetap mempunyai perbedaan dengan kalau kita bisa berjumpa langsung. Jadi sekali lagi, acara TV tidak bisa menggantikan ibadah hari minggu kita seperti yang biasa kita lakukan!

Pertanyaan anda yang lain adalah, “Apakah pengampunan dan berkat yang kita terima sama, antara nonton TV atau mengikuti ibadah langsung di gereja?”

Saya mengasumsikan bahwa yang anda maksud dengan ‘pengampunan dan berkat’ adalah pengampunan dan berkat yang Tuhan berikan kepada manusia. Bila asumsi saya ini benar, maka jawaban saya adalah: sama! Karena pengampunan dan berkat yang Tuhan berikan itu memang tidak berhubungan dengan apakah kita beribadah langsung di gereja atau hanya nonton TV saja. Pengampunan dan berkat Tuhan itu kita terima karena Allah memang mau mengampuni dan memberkati kita lewat pengorbanan Putera-Nya di kayu salib. Itu adalah anugerah Allah, bukan balasan Allah atas apa yang kita lakukan!

Tetapi masa sih, kalau anda sudah merasakan pengampunan dan berkat Tuhan, anda mau menggantikan ibadah minggu dengan hanya nonton TV? Kecuali anda ada di tempat yang tidak ada gereja, atau anda sedang sakit!

Akhirnya memang yang harus kita uji terus adalah motivasi kita! Apakah saya hanya nonton TV karena keadaan yang memaksa saya, atau sebenarnya kita malas ke gereja lalu mencari alasan teologis untuk membenarkan kemalasan kita!

 
>> Arsip

Bila anda berminat untuk ikut serta dalam kolom Pastoralia ini, silahkahkan klik ...>>

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003