|
Pak Mur. sudah lama merasa tidak enak setiap kali habis
makan malam. Perutnya langsung kembung kalau diisi makanan.
Ibunya di rumah bilang itu lantaran sudah lama mengidap
maag sebab setiap minum obat maag, keluhannya mereda.
Betulkah Pak Mur hanya mengidap maag?
Ternyata bukan. Setelah penasaran sebab keluhannya tak
reda hanya dengan obat maag, ia diperiksa endoscopik. Ada
selang kecil berkamera yang dimasukkan lewat mulut, untuk
meneropong keadaan lambungnya. Dokternya menemukan kalau
ada keganasan di sana. Setelah serpihan jaringan lambung
yang dicurigai keganasan (biopsi) diperiksa, hasilnya
benar memang suatu kanker lambung.
Mendengar di lambungnya ada kanker, Pak Mur. tentu saja
terkejut bukan main. “Kok, keluhannya cuma tidak enak
perut dan sering kembung saja, kok ternyata kanker, ya!”.
Dokter mengatakan sudah stadium lanjut.
Ibu Fit. yang hampir 60 tahun lain lagi. Sudah lama suka
mual, dan tidak enak di uluhati. Juga suka kembung, dan
rasa bega, sebah, mengganjal saban kali minum susu atau
sayur lodeh. Sama seperti Pak Mur., Bu Fit. juga berpikir
kalau itu cuma maag biasa.
Nyatanya bukan juga. Setelah dibuat foto perut, ternyata
banyak batu empedu, dan kandung empedunya bengkak, tanda
ada infeksi yang sudah lama di sana. Penyakit batu empedu
khas pada jender wanita, gemuk, dan masih usia reproduktif.
Sering mual, dan merasa tak enak di uluhati setiap habis
makanan berlemak (susu, santan), harus dicurigai sebagai
gangguan empedu. Setelah batu empedunya diangkat, keluhan
yang dianggap maag itu sudah tidak lagi terasa.
Selain itu keluhan sering mual, muntah, dan tak enak di
uluhati berbeda pula yang dialami Tuan Pur, manajer sebuah
perusahan swasta, yang masih aktif, dan lumayan gemuk,
belum 50 umurnya. Ia abai saja pada rasa tak enak yang
sering menyerang di uluhatinya itu. Tapi suatu malam,
terasa mulas melilit tak tertahankan di perut bagian
atasnya, demam tinggi, dan muntah-muntah tak henti. Orang
rumah melihat matanya semu-kuning. Sakit kuningkah?
Bukan. Setelah diperiksa lengkap, dokter menemukan kalau
Tuan Pur. menderita radang pancreas. Kelenjar ludah
perutnya itu meradang, sehingga selain menyumbat empedu
sehingga muncul gejala kuning seperti hepatitis, kadar
gula darahnya juga ikut meninggi, seolah ia diabetes sebab
fungsi insulin yang diproduksi pancreasnya ikut terganggu,
meski bukan pengidap kencing manis.
Lebih dari itu, dokter harus menyingkirkan kemungkinan
kanker pancreas untuk memastikan bahwa prognosis penyakit
Tuan Pur. belum buruk. Kasus kanker pancreas jauh lebih
menyeramkan daripada sekadar radang pancreas belaka yang
biasanya bisa disembuhkan, sedang kanker pancreas
prognosisnya buruk sebab umumnya mematikan.
Nyaris mirip dengan keluhan maag, demikian pula umumnya
penyakit gangguan hati. Penyebab gangguan hati bukan cuma
satu. Selain hepatitis (yang punya 7 type itu), ada
beberapa jenis penyakit hati lain, termasuk yang bawaan
sejak lahir, keracunan alkohol, obat bius, dan infeksi
amoeba, selain kanker hati. Gejalanya nyaris sama, mual,
tak enak di uluhati, gejala kuning (pada putih mata, kulit,
dan urine), jika infeksi muncul demam, kemungkinan juga
tinja putih seperti dempul.
Umumnya keluhan mual, dan muntah, perih di uluhati,
penyebabnya memang gangguan lambung. Perlu dibedakan
apakah cuma sekadar peradangan ringan biasa (gastritis)
akibat makanan kelewat merangsang, seperti pedas, masam,
atau obat (aspirin, antibiotika, obat encok), atau memang
sudah terbentuk luka dalam (tukak) pada lambung.
Penyakit maag disebut maag sejati apabila terbentuk tukak
pada lambung. Tukak menyerupai kawah-kawah alit pada
permukaan lambung, yang tampak jika dilakukan foto lambung,
atau diteropong endoscopy.
Tentu ada beda pengobatan radang lambung biasa, yang
umumnya segera bisa menyembuh sekadar diberikan obat maag,
dengan maag betulan (ulcus pepticum: bisa ulcus gastricum
bisa juga ulcus duodenum), yang tukaknya bisa terbentuk di
lambung atau di usus duabelasjari. Penyakit maag betulan
memerlukan pengobatan khusus, yang umumnya perlu waktu
berobat lebih lama.
Dalam hal tukak lambung perlu dipastikan apakah disebabkan
oleh hadirnya kuman lambung helicobacter pylori, ataukah
tidak. Lebih dari separo kasus tukak lambung disebabkan
oleh adanya kuman tersebut. Hanya mengobati tukak
lambungnya tanpa membasmi kumannya, penyakit tukaknya
takkan bakalan sembuh tuntas. Merasa enak selama minum
obat maag, namun terasa kumat lagi begitu obat dihentikan
sebab kumannya masih dibiarkan berbiak dan hidup terus.
Maka untuk menuntaskan penyakit tukak lambung yang ada
kumannya, perlu juga membasmi kumannya sampai habis.
Caranya, selain mengatasi tukak lambungnya, perlu
antibitotika juga. Pemberian antibiotika khusus paling
kurang 4 minggu terus menerus, sampai dipastikan sudah
tidak ada lagi kuman tersisa di lambung atau usus
duabelasjari.
Tahunya ada kuman helicobacter pylori, dulu dengan cara
bilas lambung, mengambil cairan asam lambung, lalu
membiakkannya untuk melihat apakah tumbuh kuman dimaksud.
Namun sekarang lebih praktis cukup dengan pemeriksaan
darah (sekitar Rp 200 ribuan) kita tahu apakah maagnya
berkuman ataukah tidak.
Tanpa memeriksa ada kuman atau tidak, pengobatan maag
betulan tidak mungkin selesai tuntas. Setiap selesai
beberapa minggu minum obat maag merasa enakan, tapi
kemudian kumat dan kumat lagi. Itu sebab banyak kasus maag
yang tak kunjung sembuh, dan menganggap dokternya tidak
bisa mengobati, lalu pergi ke terapi alternatif, dan juga
tidak membuahkan hasil, sehingga bukan tak mungkin jatuh
putus asa, dan akhirnya memilih mencebur ke laut (ha,ha,ha).
Jadi memang perlu mewaspadai dalam menentukan apa penyebab
keluhan mual-mual, dan tak enak di uluhati, yang tidak
seluruhnya penyakit enteng dan bisa cukup diatasi dengan
obat maag atau pantang pedas, masam, dan keras belaka.
Lebih dari itu, keluhan sederhana itu bisa juga suatu
kanker.
Masih untung kalau cuma lantaran stres, sebab orang stres
juga sering maagnya terganggu, termasuk orang dengan
kepribadian mudah tersenggol pernya, berkepribadian delit,
urusan kecil menjadi besar, tak ada masalah, menjadi ada
masalah. Tapi yang jelas, Pak Mur., Bu Fit., dan Tuan Pur.,
pasti bukan termasuk yang ini. Salam.
|