Arsip Kesaksian
Apa yang Kelihatan Mustahil bagi Manusia, Dapat Tuhan Lakukan - 24 Nopember 2008
Sungguh diperlukan mental yang kuat untuk menghadapi teror pertanyaan-pertanyaan seperti, “Mengapa belum punya anak,” “Untuk apa berkarir bila nanti tidak ada yang menikmati jerih payahnya,” “Kok tidak berusaha ke dokter sih,” yang meruntuhkan banyak harapan di dalam hati seorang wanita yang tidak memiliki anak.
Stroke Membuat Pasangan Ibu Lili dan Pak Andi Kembali ke Jalan Tuhan - 24 Oktober 2008
Pengalaman hidupnya selama ini sudah mengajarnya bahwa Yesus pasti menolong dan membuka jalan baginya. Ia telah membuang semua akar pahit yang pernah dirasakannya dan ikhlas mengampuni kesalahan orang lain. Ia menyadari bahwa “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13)
Tuhan Membuat Semuanya Indah pada Waktunya - 28 Januari 2008
Dalam kesedihannya ditinggalkan suaminya, Ibu Yohana berdoa agar Tuhan memberinya umur kebalikan dari umur suaminya, yaitu 65 tahun, supaya ia dapat menyelesaikan tugasnya mengantar putri-putrinya ke gerbang kedewasaan. Tuhan memberinya umur yang jauh melebihi harapannya, karena sekarang ia sudah berumur 71 tahun!
Si Kembar : AKU INGIN HIDUP! - 20 Agustus 2007
Bayi ini masih keriput, kecil dan rapuh dengan kepala yang lebih besar daripada badannya, sehingga Mama harus ekstra hati-hati memandikan atau mengganti bajunya. Selain itu ia juga tidak bisa minum susu dari botol, sehingga Mama harus telaten memberinya minum dengan pipet. “Ya Tuhan, tolonglah agar ia bisa tumbuh normal,” doa Mama setiap kali ia menggendongnya dengan hati-hati.
Bagiku Hidup Adalah Kristus dan Mati Adalah Keuntungan - 19 Mei 2007
Ada banyak pilihan sikap yang diambil ketika seseorang merasakan keletihan pada usia lanjut. Ada yang merasa bosan dan lelah dengan kerentaannya, lalu dengan kesal protes secara verbal; untuk apa ia masih diberikan usia panjang. Ada pula yang memberontak dengan tindakan yaitu dengan mogok makan. Sikap yang sangat bertolak belakang ditunjukkan oleh ibunda kami ini. Semangatnya selalu berkobar-kobar memperlihatkan kasih Tuhan. Ia sadar benar bahwa usia panjang yang dikaruniakan Tuhan kepadanya bukan untuk disia-siakan, tetapi ada tujuannya karena itu ia merasa bertanggung jawab untuk menjalaninya dengan sebaiknya.

Paru-paru yang Mengembang Kembali - 2 Juni 2006
Hari masih subuh di pagi bulan April 2005 itu ketika dering telpon memecah kesunyian dan mengagetkan kami. “Papa gawat,” terdengar suara adikku, “panasnya sangat tinggi dan susah bernafas. Kita mesti segera membawanya ke rumah sakit.”

 Sebelumnya..

 

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003