|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Kesaksian |
|
28 Januari 2008
Tuhan Membuat Semuanya Indah pada Waktunya
|
|
|
Dalam rangka
kegiatan carolling Natal yang lalu, kami dari tim
perlawatan berkunjung ke rumah seorang ibu di wilayah kami.
Pagi itu ia hanya sendirian di rumah karena semua anggota
keluarga lainnya pergi bekerja atau bersekolah, dan ia
hanya ditemani oleh dua ekor anjing saja, yang menyambut
kami dengan gonggongan yang tak henti-hentinya.
Kesaksian Ibu Yohana (bukan nama sebenarnya) sangat indah
karena merupakan kisah hidup seseorang yang bergaul erat
dengan Tuhan dan tetap dapat bersukacita pada masa tuanya,
sehingga kami yang lebih muda merasa sangat diberkati oleh
kunjungan tersebut.
Ibu Yohana sudah lama menjanda, karena suaminya telah
dipanggil Tuhan pada usia 56 tahun, ketika masih menjadi
pendeta sebuah jemaat di Jakarta. Dulu, bersama
anak-anaknya, Ibu Yohana selalu mengikuti suaminya
berpindah-pindah tugas ke beberapa kota di Sumatra, dan
selama perjalanan waktu tersebut, keluarga ini diberkati
dengan 4 anak perempuan dan seorang anak laki-laki, namun
anak laki-laki tersebut sudah terlebih dahulu dipanggil
Tuhan dalam usia sangat muda.
Ketika Ibu Yohana ditinggalkan suaminya, keempat putrinya
masih duduk di bangku sekolah. Putrinya yang sulung, yang
ketika itu sudah kuliah di perbankan, berusaha membantu
ibunya dengan bekerja, namun akhirnya ia meninggalkan
kuliahnya yang sudah hampir selesai itu agar dapat lebih
fokus pada pekerjaannya.
Ibu Yohana sendiri pun bekerja kembali. Dengan ijazah
perawat yang sudah diperolehnya dulu, ia berhasil
mendapatkan pekerjaan di bidangnya itu sehingga dengan
demikian dapat tetap menyekolahkan ketiga putrinya yang
lain.
Waktu itu, dalam kesedihannya ditinggalkan suaminya, Ibu
Yohana berdoa agar Tuhan memberinya umur kebalikan dari
umur suaminya, yaitu 65 tahun, supaya ia dapat
menyelesaikan tugasnya mengantar putri-putrinya ke gerbang
kedewasaan. Tuhan memberinya umur yang jauh melebihi
harapannya, karena sekarang ia sudah berumur 71 tahun!
Ibu Yohana merenungkan perjalanan hidupnya bersama Tuhan
yang begitu luar biasa. Kini putrinya yang pertama sudah
berkeluarga dan bersama suami dan anak-anaknya giat
melayani Tuhan. Cucu-cucunya memiliki suara yang indah dan
sering mendapat penghargaan di mana-mana.
Putrinya yang kedua sukses menjadi pengacara, namun
kemudian lebih memilih membaktikan diri untuk bekerja di
sebuah sekolah, putrinya yang ketiga adalah sarjana
ekonomi dan putrinya yang keempat bergerak di bidang
pariwisata.
Semua anak Ibu Yohana bekerja, sehingga Ibu Yohana dapat
bersaksi bahwa kehidupan keluarganya selalu dipelihara
Tuhan dan mereka tidak berkekurangan. Puji Tuhan!
Suatu peristiwa unik terjadi ketika kami mulai berdoa,
karena anjing-anjing yang tadinya begitu ribut, tiba-tiba
tenang dan tidak menggonggong lagi, sehingga seluruh
rangkaian acara dapat diselesaikan dengan khidmat.
Salah satu anjing bahkan sempat meloloskan diri dari
tempatnya di belakang, tepat ketika kami hendak menutup
acara dengan doa. Namun anjing itu duduk dengan tenang di
sebelah Ibu Yohana dan tidak menggonggong sampai kami
berpamitan dan pulang kembali. Sungguh kami merasakan
kehadiran Tuhan di tempat itu.
Hidup Ibu Yohana seperti sulaman yang dari bawah terlihat
penuh dengan benang-benang dukacita dan sukacita, air mata
dan gelak tawa yang saling bersilangan, namun dari atas
tampak indah pada waktunya. Kiranya kesaksiannya dapat
menguatkan kita semua. (ibp) |
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|