KeLuarga
15 Juli 2005
Stop Bisnis! Baca Cerita Alkitab Demi si kecil
Jusak Soehardja
"Ayah, cerita Alkitab dulu…,” ujar Isto mengingatkan saya saat saya menyuruhnya tidur malam. Sambil ditunggui, Eka mencari-cari buku kisah-kisah Alkitab di antara buku ceritanya. Eka yang berusia 5 tahun belum mau tidur jika belum diceritakan cerita Alkitab. Sejak usia 2 tahun, Eka sudah mendengarkan cerita Alkitab. Tidak pernah satu kalipun Eka menolak untuk diceritakan cerita Alkitab sebelum tidur. Sebaliknya, jam-jam itu saya sangat lelah dan rasanya ingin menolak membacakan cerita sebelum tidur.
Apakah tanggapan orang tua jika si kecil minta dibacakan cerita Alkitab sebelum tidur? Tidak! Jika anak meminta dibacakan setiap hari, maka empat dari lima orang tua berkata tidak!

Ada banyak hal lain yang cukup membangun iman sang anak, seperti bersekolah minggu, berdoa rutin, atau diberi pengertian tentang iman Kristen. Jadi membacakan kisah Alkitab sebelum tidur sudah (boleh) ditinggalkan. Nyatanya hanya 20% aktivis gereja, orang tua anak balita, yang membacakan cerita Alkitab sebelum tidur. Jika survey diadakan pada orang tua Kristen non aktivis, maka persentase ini bisa dipastikan lebih rendah.

Cerita Alkitab sebelum tidur bukan saja dapat membawa anak lebih siap tidur, tetapi juga menanamkan iman Kristen pada anak dan dapat dipakai sebagai waktu teduh keluarga.
 
Stop dulu bisnis
Sebagai orang tua, kita dihadapkan pada dua pilihan. Stop mengurus bisnis dan pekerjaan setelah pukul enam sore atau lanjut sampai malam. Saat perusahaan menjanjikan karir dan menuntut pulang malam, semua akan mempertimbangkan berhenti pada sore hari. Jika kita memilih terus bekerja sampai malam, pemasukan pasti lebih banyak, tapi kita harus ingat, Tuhan menuntut tanggung jawab kita sebagai orang tua.

Ketika si kecil berusia dua tahun, saya merasa lebih mudah bekerja jauh sampai malam. Kini si kecil berusia lima tahun, ia juga menuntut perhatian lebih banyak. Sekalipun masih Balita, ia senang sekali menceritakan masalahnya di sekolah. Ia sering meminta saya pulang lebih cepat, menomorduakan bisnis, dan membacakan cerita Alkitab.

Menurut saya kesempatan membacakan cerita Alkitab sebelum tidur adalah tanggung jawab yang maha penting. Saya hanya punya waktu beberapa tahun, sebelum si kecil menolak untuk dibacakan. Suatu saat, ia lebih senang untuk membaca sendiri. Suatu saat ia akan besar dan ia menganggap ucapan orang lain lebih penting dari ayahnya. Saya percaya pembangunan iman si kecil (1 Raj. 8:22-30) adalah saat ini. Saya tidak boleh berhenti membangun, mungkin sebentar lagi tapi bukan sekarang.

Karena tanggung jawab saya bukan saja memberikan waktu 15-20 menit untuk menceritakan kisah Alkitab sebelum tidur, tapi juga saya harus menghentikan pekerjaan yang berhubungan dengan kantor dan bisnis agar saya mempunyai energi untuk menyampaikan cerita itu. Nyatanya sampai saat ini berkat Tuhan selalu melimpah, walaupun secara logis, kami akan mempunyai materi lebih banyak jika saya memberikan waktu lebih banyak untuk bisnis.
 
Waktu teduh keluarga
Cerita Alkitab sebelum tidur adalah saat yang tepat bagi orang tua untuk memberi nasihat pada anak. Mengapa sebelum tidur? Saat sebelum tidur, si kecil berada dalam keadaan lebih santai. Anak tahu bahwa ia sudah harus menghentikan aktivitasnya dan meninggalkan banyak hal agar bisa tidur. Saat itu anak merasa lelah, karena itu ia akan mencari posisi senyaman mungkin. Secara alamiah untuk bisa tidur, ia mengerti bahwa ia harus berhenti berbicara dan membuat dirinya dalam keadaan tenang. Saat itu saat tepat bagi orang tua untuk berbicara.

Sebenarnya, manfaat yang terbaik dapat dirasakan oleh orang tua sendiri. Seperti pedang bermata dua, cerita ini bukan hanya mengingatkan si kecil, tetapi juga saya. Seringkali saya sibuk dan tidak mempunyai waktu teduh pribadi maupun keluarga. Waktu bercerita bagi kami seperti saat teduh dengan cara yang sangat sederhana. Kisah Tuhan Yesus atau tokoh alkitab yang lain seringkali mengingatkan kami dalam pergumulan kami, dalam kelemahan kami, dan memberikan kesegaran jiwa kami.
 
Cerita Alkitab = pengantar tidur
Membacakan cerita alkitab sebelum tidur adalah juga salah satu cara untuk mengantar anak tidur. Orang tua dapat membacakan kisah-kisah Alkitab pada si kecil. Kisah kepahlawanan tokoh Alkitab dapat membuat anak lebih siap menghadapi hari esok. Kisah mukjizat Tuhan Yesus dapat membuat anak merasa tenang dan tidak takut. Saat tidur, anak merasa didampingi oleh seseorang yang luar biasa.

Dengan buku-buku cerita yang menarik, orang tua tidak perlu menjadi ahli cerita untuk membuat anak mendengar. Memilih buku cerita Alkitab yang tepat juga harus dipelajari. Pemilihan ini lebih ke arah cocok dengan selera si kecil. Koleksi buku cerita Alkitab mungkin perlu dilakukan sedikit demi sedikit. Pada waktu si kecil nampaknya belum menaruh perhatian sama sekali, orang tua dapat memilih buku cerita dengan gambar-gambar menarik. Tanpa disadari, suatu saat si kecil akan ingin diceritakan buku cerita yang seperti untuk anak lebih dewasa. Saat itu orang tua merasakan gunanya mengkoleksi beberapa macam buku cerita Alkitab.

Satu lagi yang berperan penting bagi ketenangan anak adalah suara ibunya. Paul Madaule dalam bukunya berjudul Earobics mengungkapkan percobaannya dengan suara ibu berakibat positif pada anak. Memperdengarkan suara ibu dengan cara tertentu dapat membuat anak menjadi tenang, lemah lembut, dan penuh kasih. Hasilnya bahkan lebih baik daripada mendengarkan musik Mozart. Karena itu suara ibu yang sedang membacakan cerita Alkitab pada anaknya, bukan saja mendidik anak untuk mengenal Tuhan Yesus lebih dekat, tapi juga membuat anak lebih baik secara psikologis.

Demi si kecil, mari kita stop mengurus bisnis setelah sore dan siapkan energi untuk menceritakan cerita Alkitab. Cerita Alkitab sebelum tidur, bukan saja menjadi berkat untuk keluarga kami, tapi juga untuk Denny, sepupunya. Suatu saat, kami harus tinggal bersama Denny untuk beberapa lama. Cukup mengejutkan, saat-saat sebelum tidur Denny berlari dari kamarnya untuk berbaring bersama kami di kasur dan ikut mendengar kisah Alkitab. Kadang-kadang kami ingin tidur lebih cepat, tapi Denny selalu menerobos masuk kamar dan berkata, “Ayo sekarang cerita Alkitab dulu …!”
 
>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003