|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Keluarga |
|
30 Oktober 2003
Perencanaan dan Pengambilan
Keputusan Untuk Menikah di Masa
Dewasa Muda Jane Simon |
|
|
Menikah merupakan satu langkah penting dalam kehidupan
seorang manusia yang harus dipertimbangkan masak-masak.
Menikah merupakan salah satu tugas perkembangan seseorang
yang sudah menginjak usia dewasa muda, yaitu ketika ia
berada pada usia 2040 tahun. Menikah tidak hanya
melibatkan sepasang laki-laki dan perempuan, tetapi juga
keterlibatan keluarga dari kedua belah pihak calon suami
dan istri.
Menikah juga tidak hanya sekedar legitimasi hidup bersama
sepasang kekasih, namun mengandung arti yang lebih
mendalam, di mana masing-masing pasangan berani memutuskan
untuk hidup bersama seumur hidup, bersama-sama
menyesuaikan diri terhadap kebiasaan, gaya hidup,
sifat-sifat, kepribadian yang berbeda, bersama-sama
bertanggung jawab terhadap keluarga yang akan dibangunnya,
siap menghadapi kehadiran anak kelak, siap pula menyelami
hidup di dalam keluarga pasangan, dan sebagainya.
Oleh karena itu, sebelum sampai pada pengambilan keputusan
apakah saya akan menikah atau tidak, perlu dipertimbangkan
banyak hal. Di antaranya adalah membuat suatu perencanaan
yang matang tentang hidup kita.
Akan kita isi dengan apakah hidup kita ini, apa yang ingin
kita lakukan dalam hidup, dan apa tujuan hidup kita.
Apakah kita akan menikah atau memilih karir saja, atau
menunda pernikahan dulu karena ingin melakukan sesuatu
yang lain dalam hidup? Jika memilih menikah, dengan
siapakah kita akan menikah, pasangan seperti apa yang kita
harapkan, kapankah saat yang tepat untuk menikah, dan
seterusnya pertanyaan-pertanyaan tersebut bermunculan di
dalam pikiran seseorang.
Mengambil keputusan untuk langkah besar ini bukanlah
seperti kita memutuskan akan makan apa saya hari ini, akan
mengenakan baju apa saya hari ini, atau akan mengerjakan
tugas apakah saya hari ini. Namun memerlukan pemikiran
yang lebih matang, perencanaan yang baik, agar tidak salah
langkah dalam menentukan keputusan mana yang akan diambil.
Mengambil keputusan merupakan salah satu karakteristik
dari seorang individu yang matang dan inteligen. Berikut
ini marilah kita mengenali lebih jauh siapakah para dewasa
muda, apakah arti menikah, motif, dan konsekuensinya,
hingga tip-tip perencanaan dan pengambilan keputusan untuk
menikah. |
|
Siapakah Para Dewasa Muda Itu? |
Mereka adalah individu yang berusia antara 20 hingga 40
tahun. Seorang dewasa muda diasumsikan telah memiliki
kematangan, baik dari segi fisik, kognitif, maupun
psikososial. Mengambil keputusan dalam kehidupan
sehari-hari, telah menjadi pengalaman lazim bagi setiap
orang.
Namun ketika ia dihadapkan pada alternatif untuk menikah
atau tidak, ia perlu memikirkan secara mendalam dan
hati-hati mengambil keputusan. Berdasarkan tugas
perkembangan dan norma yang berlaku di masyarakat,
sewajarnya ia menikah, memulai hidup baru dan membina
suatu keluarga.
Dari segi fisik, orang dewasa muda sedang berada di
puncaknya, baik kesehatan, kekuatan, energi, daya tahan
maupun fungsi sensori motoriknya. Hal ini akan menjadi
optimal bila ditunjang oleh asupan nutrisi seimbang, olah
raga dan istirahat yang cukup. Dari kesiapan fisik, orang
dewasa muda, siap untuk menikah. Mengingat ada penurunan
fisik yang terjadi di usia 30an, maka disarankan orang
menikah di bawah usia 30 an.
Dari segi kognitif, orang dewasa mampu berpikir secara
matang berdasarkan pengalaman subjektif, intuitif dan
logik sehingga ia dapat dihadapkan pada situasi sulit
sekalipun. Orang dewasa muda tidak lagi membutuhkan
pengetahuan semata-mata, dapat memecahkan masalah yang
berkaitan dengan tanggung jawabnya, serta bertanggung
jawab terhadap hubungan yang lebih kompleks, maka ia pun
mampu mencapai tujuan hidup yang lebih kompleks, seperti
menikah.
Dari segi psikososial, orang dewasa muda memiliki
ketertarikan terhadap orang lain, dan keinginan untuk
membina hubungan dekat dengan orang lain, termasuk di
dalamnya persahabatan, rasa cinta, intimasi, hingga
hubungan seksual. Karena ia telah memiliki sense of self
yang kuat, maka ia siap untuk melebur identitas dirinya
dengan identitas diri orang lain, sekalipun ada
pengorbanan dan kompromi yang harus dilakukannya.
Artinya ia bersedia menerima pandangan orang lain tentang
kekurangan-kekurangan atau kelebihan-kelebihannya,
bersedia melakukan perubahan/perbaikan terhadap kekurangan
tersebut jika diperlukan, atau bahkan menghilangkannya,
atau dikompromikan dengan orang lain. Oleh karena itu,
orang dewasa muda siap memasuki tahap menikah dalam
hidupnya. |
|
Apakah Menikah Itu? |
|
Menikah adalah penyatuan sepasang laki-laki dan perempuan
dari dua keluarga yang berbeda, secara legal untuk
membentuk sistem keluarga yang baru.
|
|
Apakah Motif Untuk Menikah? |
|
Setiap orang tentu memiliki motif yang berbeda dalam
melakukan suatu pernikahan, di antaranya adalah:
- Komitmen: orang ingin merasakan ada seseorang yang
secara tulus berdedikasi padanya.
- Relasi one-to-one: orang ingin mempunyai suatu relasi
intim, awet, terhadap satu orang saja. Banyak orang ingin
hidup dengan seseorang yang memberikan dukungan emosional
melalui afeksi, rasa hormat, kepercayaan dan keintiman.
- Persahabatan dan saling berbagi: pernikahan memberikan
kesempatan untuk mengatasi kesepian dan rasa terisolasi
dengan persahabatan dan aktivitas untuk saling berbagi
dengan pasangan.
- Cinta: orang ingin mencintai dan dicintai orang lain.
Dalam satu perkawinan terdapat kesempatan untuk
terpenuhinya kebutuhan dasar akan cinta.
- Kebahagiaan: perkawinan diharapkan sebagai sumber
kebahagiaan seseorang. Namun itu semua bergantung pada
orangnya dan cara pasangan tsb berinteraksi dalam relasi
perkawinan itu sendiri.
- Legitimasi seks dan anak-anak: perkawinan merupakan
wadah yang dapat diterima masyarakat untuk melakukan
hubungan seks dan juga mempunyai anak secara sah.
- Ada pula motif menikah yang negatif sifatnya, seperti
untuk memperkaya diri, atau demi keamanan emosional
seseorang, takut kesepian, atau karena ingin melarikan
diri dari situasi rumah yang tidak bahagia.
|
|
....>>
|
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|