Mengejar Kebahagiaan - 3 Nopember 2008 Mencari kebahagiaan seperti layaknya menangkap
kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu,
namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari.
Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini,
menabrak sana-sini, atau menerobos sana sini untuk
mendapatkannya. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu,
seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah
mendapatkannya. Namun kita harus belajar. Kita harus
belajar bahwa kebahagiaan tak bisa didapat dengan
cara-cara seperti itu.
Tikkun Olam - 13 Oktober 2008 Dalam tradisi Kabbalah, dunia dicitrakan seperti
sebuah bejana yang disinari oleh terang ilahi. Namun
karena keterbatasan dan kelemahannya, dunia tak mampu
menerima sepenuhnya terang ilahi tersebut dan iapun
terpecah berkeping-keping. Namun, masing-masing serpihan
tetap menyimpan terang ilahi tersebut. Tikkun olam
merupakan sebuah panggilan agar setiap insan
berpartisipasi dalam usaha mereparasi dunia yang
terpecah itu.
Merawat Kebangsaan Kita yang Majemuk dan Bersatu - 13 September 2008 Bentuk masyarakat bangsa yang majemuk dan bersatu
perlu terus kita pelihara dan mantapkan karena bentuk
masyarakat inilah yang sesuai dengan asas-asas kehidupan
yang menghargai hak-hak asasi manusia dan juga sejalan
dengan pandangan iman Kristen. Dalam masyarakat seperti
itu anak Tuhan dapat berperan sebagai lilin yang
menerangi dan sebagai garam yang memberi rasa dan
mengawetkan.
Selamat Pagi Tuhan dan Budaya Verbalisme - 5 Juli 2008 Bagi sayaorang Timur, Indonesia dan Batak pulakmaka
mengucapkan Selamat pagi, Tuhan Yesus atau Tuhan
memberkati, sama saja nilainya seperti mengucapkan I
love you atau I miss you melalui pre written
messages yang ada di program SMS. Tapi, kalau isteri
saya senang menerimanya. Maka Tuhan, menurut pemahaman
saya, akan menerimanya dengan perasaan hati yang
biasa-biasa saja. Atau, boleh jadi, Tuhan akan
geleng-geleng kepala, karena menerima pesan siap saji
yang mengharapkanNya selamat
Kekristenan Dan Problema Penegakan Keadilan di Indonesia - 21 Juni 2008 Bagaimanakah rakyat Indonesia dapat optimis terhadap
penegakan keadilan di negeri ini ketika segelintir oknum
pejabat dapat sebebasnya melakukan korupsi dan pemerasan
secara sistemik, bahkan dilindungi oleh oknum aparat
hukum dan elit politik, sementara kerugian negara yang
diakibatkan oleh ulah mereka harus dibayar oleh rakyat
kecil yang taat membayar pajak? Lalu, bagaimanakah orang
Kristen sepatutnya memahami konsep penegakan keadilan di
tengah realitas kehidupan yang penuh dengan kejahatan?
Tentang Potret Kristus - 4 Juni 2008 Ketika saya beranjak remaja maka potret Kristus yang
saya bawa sedari masa kanak-kanak itu mulai kabur. Saya
tidak tahu, apakah potret itu kabur karena saya sudah
jarang memandangnya ataukah karena ia telah di-imposed
oleh potret-potret nabi lain yang tidak kalah
memukaunya. Kadang-kadang saya melihat Kristus,
kadang-kadang saya melihat Che Guevara dan kadang-kadang
saya melihat John Lennon. (Dan bagi saya pada waktu itu,
lagu Imagine tentu saja jauh lebih hebat dari Khotbah
Di Bukit).