|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Kasut |
|
8 Februari 2008
Kombas TCC Bantu Korban Gempa Soekamto |
|
|
Bencana gempa bumi, yang meluluhlantakkan sebagian wilayah
Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa
Tengah pada tgl 27 Mei 2006 lalu, ternyata masih
menyisakan kisah yang menyedihkan. Hingga saat ini masih
belum semua korban gempa bumi tersebut mendapatkan
santunan secara memadai.
Pada bulan Juli lalu, ketika penulis berkunjung ke
Yogyakarta, masih mendapati banyak korban bencana tersebut
masih belum memperoleh santunan seperti yang dijanjikan
oleh pemerintah.
Dalam pertemuan dengan Sdr. Oktarianto F. Wurangian Wayoi,
S.Th. (Sinyo) dari Mahasiswa Kristen Peduli (MKP), penulis
memperoleh laporan bahwa di dusun Ngabean, Triharjo,
Pandak, Bantul, masih terdapat beberapa korban yang belum
dapat memperbaiki tempat tinggal mereka. Penulis
menjanjikan kepada Sdr. Sinyo akan mengusahakan bantuan
untuk pembangunan shelter bagi dua keluarga. Kebetulan
salah satu keluarga ini memang tidak memperoleh bantuan
dari pemerintah, karena menurut catatan, yang bersangkutan
terlibat G30S. Ini jelas tidak masuk akal, apa bedanya dia
dengan korban-korban yang lainnya.
Sepulang dari Yogyakarta penulis, atas nama Kombas TCC,
menghubungi salah seorang sponsor apakah beliau bersedia
membantu menolong kedua korban tersebut memperoleh bantuan
bangunan shelter dengan biaya sebesar Rp 7 juta untuk dua
buah shelter, dan puji Tuhan beliau menyanggupinya.
Kemudian pada akhir Juli penulis mengontak Sdr. Sinyo
untuk memberi tahu bahwa kami berhasil mendapatkan
sponsor, yang segera kami kirimkan ke Yogya.
Namun karena berbagai kesibukan dan kendala, maka tim
mahasiswa Yogyakarta yang tergabung dalam MKP baru dapat
menyelesaikan tugasnya untuk membangun shelter tersebut
pada bulan Okotber awal, berupa sebuah shelter untuk mBah
Harso dan rumah semi-permanen untuk Kel. Bpk. Katijo.
Keduanya tinggal di dusun Ngabean, Rt 2 Triharjo, Pandak,
Bantul.
mBah Harso, usia sekitar 80 th, adalah seorang janda dan
tinggal dalam satu lahan, namun tidak serumah dengan
anaknya yang sudah berkeluarga yang bekerja sebagai buruh
serabutan. Sementara Pak Katijo, 65 th, adalah korban
peristiwa G30S tahun 1965. Dia tinggal bersama seorang
istri (tuna netra) dan empat orang cucu. Sampai saat ini
Pak Katijo bekerja seadanya (serabutan).
Rumah kedua orang tadi mengalami kerusakan berat dan
menurut penilaian Tim MKP mereka ini layak untuk
memperoleh bantuan pembangunan shelter.
Kegiatan Tim MKP selama ini adalah membantu meringankan
para korban bencana melalui dua kegiatan utama, yaitu
pembangunan shelter dan pembagian sembako; serta
pendampingan korban melalui trauma healing. |
|
|
|
Pemberdayaan Ekonomi |
Sementara itu,
MKP dalam laporannya mengemukakan bahwa sampai saat ini
masih diperlukan upaya-upaya untuk lebih memberdayakan
ekonomi para korban bencana gempa agar mereka dapat segera
mandiri.
Salah satu upaya yang telah dirintis oleh MKP adalah
dengan memberikan bantuan berupa ternak kambing dan domba.
MKP membuat perhitungan bahwa untuk setiap keluarga korban
dapat diberikan sepasang ternak kambing atau domba dengan
harga bervariasi antara Rp 1.000.000,- s/d Rp 1.200.000,-
per pasangnya.
Selain itu, kepada si penerima bantuan juga diberikan
biaya untuk pembuatan kandang senilai Rp 150.000,-
ditambah biaya angkut kambing Rp 100.000,- per pasangnya.
Dengan perhitungan bahwa dalam setahun pasangan kambing
tersebut dapat beranak dua kali dan setiap beranak dapat
melahirkan dua ekor anak kambing. Dengan perhitungan
tersebut, si penerima bantuan akan dapat memulai kehidupan
mereka secara mandiri, karena setelah berumur empat sampai
enam bulan anak-anak kambing tersebut sudah dapat dijual
untuk menunjang kehidupan mereka. Soal pakan kambing atau
domba sampai saat ini masih mudah dicari di tempat mereka
tinggal, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan lagi. |
|
|
|
|
|
| Rumah Kel. Bpk. Katijo
sebelum dan saat sedang direnovasi |
|
|
|
|
| Rumah mBah
Harso sebelum dan sesudah direnovasi |
|
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|