|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Kasut |
|
7 Februari 2008
Hati-hati Telur Palsu! |
|
|
Peringatan bagi yang hobi makan telur. Makanan Palsu China
Menjadi Sorotan di Korea dan kita sulit membedakan mana
telur yang asli dan yang palsu!
Baru-baru ini, produk-produk tiruan China telah menjadi
sorotan di Korea. Beberapa media arus utama Korea telah
memberitakan proses pembuatan telur-telur tiruan di China,
yang telah menggemparkan dan menyebabkan kekhawatiran
besar di antara penduduk Korea. Pada 1-2 September lalu,
Munhwa Broadcasting Corporation (MBC) menayangkan sebuah
dokumenter berjudul, “Hidup tanpa produk-produk buatan
China.”
Acara tersebut menelusuri kehidupan tiga keluarga di Korea
Selatan, AS, dan Jepang yang menolak menggunakan
produk-produk buatan China. Tayangan ini juga berbicara
mengenai telur-telur buatan yang merajalela di China,
acara ini telah menarik perhatian publik Korea.
Menyusul acara tersebut, koran nomor satu Korea, Chosun
Ilbo, telah menerbitkan sebuah artikel berjudul “MBC
Special mengekspos telur-telur tiruan buatan China,”
melaporkan secara rinci bagaimana telur-telur tiruan itu
dibuat. Dong-A Ilbo, koran Korea lainnya, pada 14 Agustus
2007 juga telah menerbitkan sebuah laporan berjudul
“Telur-telur buatan dari China dibuat dari bahan-bahan
kimia telah muncul di pasaran”.
Sepersepuluh Harga menurut laporan dari Chosun Ilbo,
karena peningkatan tajam harga-harga makanan di China,
telur-telur buatan, yang dibuat hanya dari bahan kimia
tanpa bahan alami, telah muncul di Kota Zhengzhou,
Provinsi Henan. Mr. Wang, yang menjalankan sebuah
perusahaan yang membuat bahan tambahan makanan,
menjelaskan bagaimana telur-telur tiruan itu dibuat.
“‘Putih telur’ dibuat dengan melarutkan sodium alginate
dalam air. Larutan tersebut akan terlihat seperti cairan
bening yang kental dan sulit membedakannya dengan putih
telur yang sebenarnya.” ‘Kuning telur’ dibuat dengan
menyekop suatu carian dengan pigmen kuning dan memadatkan
serokan cairan tersebut ke dalam larutan kalsium klorida.
Akhirnya, ‘putih telur’ dan ‘kuning telur’ dibungkus ke
dalam ‘kulit telur’ yang dibuat dari kalsium karbonat.
“Jika ditambahkan tepung kanji atau bubuk kuning telur
pada ‘kuning telur’ tersebut, tekstur dari sebuah telur
buatan setelah dimasak hampir identik dengan telur yang
sebenarnya. Wang mengatakan hanya menghabiskan 0,55 yuan
(0,07 dolar AS) untuk membuat lebih dari 2 butir telur,
kurang dari sepersepuluh harga telur yang sebenarnya di
pasaran (0,8 dolar AS.)
Bahan utama dalam telur-telur buatan tersebut adalah bahan
tambahan makanan, getah damar, kanji, pengeras, dan
pigmen-pigmen. Konsumsi yang berlebihan atas bahan-bahan
tersebut akan merusak perut dan menyebabkan gejala-gejala
seperti kehilangan ingatan dan keterlambatan mental, dll.
Korea dikecewakan dokumenter khusus dan laporan berita
tersebut telah menuai perhatian dan kegemparan di tengah
penduduk Korea. Banyak orang Korea menyatakan bahwa
meskipun produk-produk buatan China seperti pakaian,
elektronik, dan lain-lainnya terbilang murah dan telah
membawa kenyamanan bagi hidup mereka, kualitas dan
keamanannya sungguh mengkhawatirkan.
Belum lama ini, berbagai mainan buatan China telah ditarik
dari rak-rak supermarket karena cat pada mainan tersebut
mengandung sejumlah logam berat yang sangat tinggi dan
dapat mengancam keselamatan anak-anak. Kursus Membuat
Telur Buatan diiklankan secara online di China, fakta
telur buatan bukanlah hal baru di China.
Kursus-kursus latihan untuk “membuat telur buatan”
tersebar luas di Beijing, Provinsi Henan, Shandong, Hebei
dan Guangdong. Seorang wartawan Epoch Times telah
melakukan pencarian di Internet dan menemukan banyak iklan
seperti itu. Kelas-kelas dilakukan dari satu sampai dua
hari dan biayanya berkisar antara 300 sampai 800 yuan
(40-100 dolar AS).
Sebuah pusat latihan tertentu di Kota Shangqiu mengajarkan
teknik pembuatan telur buatan dan memberikan cetakan
gratis dalam kursus tersebut. Pusat latihan tersebut
menjamin bahwa “Anda sulit dapat membedakan bentuk dan
rasa antara produk kami dengan telur yang sebenarnya.”
(Baca liputan tentang Kursus Membuat Telur ini disini
>>) |
|
|
|
Apa Makanan Asli di China? |
Sebuah pusat riset yang bermarkas di Fengtai, Beijing,
menyatakan bahwa “Perusahaan kami telah menyebarkan
teknologi pembuatan telur buatan. Kami telah melatih lebih
dari 70 ribu siswa di lebih dari 20 provinsi di dalam
negeri. Kami juga menyediakan teknologi untuk membuat
“anggur buatan,” daging ayam dan daging sapi buatan,” dan
“membuat permen beraroma hawthorn (sejenis buah berry
berwarna merah) tanpa menggunakan buah hawthorn.”
Menyusul membanjirnya laporan tentang kualitas
produk-produk buatan China baru-baru ini, beberapa warga
Korea berseru, “Lalu apa yang dapat kalian makan di China?
Sungguh industri makanan di China dibanjiri oleh
kebohongan dan penipuan, karenanya membuat kepanikan di
tengah konsumen.” |
|
|
|
Bagaimana Membuat Telur dari Guangzhou? |
Penggerebekan baru-baru ini di sebuah pusat grosir kota
Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong, ditemukan sejumlah
besar telur palsu. Harga grosir telur palsu adalah 0,15
yuan (0,03 Dollar Singapura) per butir–setengah harga dari
telur asli. Konsumen sangat sulit membedakan telur asli
dan telur palsu. Ini adalah berita bagus bagi para
pengusaha nakal yang bahkan mengeluarkan tidak kurang 150
dolar Singapura untuk mengikuti kursus tiga hari cara
memproduksi telur buatan.
Seorang wartawan dari Majalah East Week dari Hong Kong
mengikuti salah satu kursus tersebut. Untuk menciptakan
telur putih, instruktur–seorang wanita berusia 20 tahunan
menggunakan sejenis ramuan seperti agar-agar, bubuk yang
tidak diketahui jenisnya, asam benzoid, bahan pengentalan
dan bahkan tawas yang biasa digunakan untuk pengolah
industri.
Untuk menciptakan kuning telur, bubuk berwarna kuning
jeruk dicampur ke dalam air dan diaduk. Cairan itu
kemudian dituangkan ke dalam cetakan plastik yang
berbentuk bulat dan dicampur dengan apa yang disebut ‘air
ajaib,’ yang mengandung kalsium khlorida. Ini akan membuat
selaput tipis di luar ‘kuning telur’ yang akan mengikatnya
dengan kuat. Lalu telur tersebut dibentuk dengan sebuah
cetakan.
Tidak lupa kulit telur juga dibuat. Parafin dan sejenis
cairan putih yang tidak diketahui jenisnya dituang ke
dalam telur palsu itu, lalu didiamkan untuk kering. Telur
buatan ini dapat dijemur dengan sinar matahari atau
dikukus. Meskipun muncul gelembung-gelembung dari telur
putih, orang yang mencicipi mengatakan bahwa rasa telur
palsu ini sangat mirip dengan telur asli.
Tetapi para ahli memperingatkan akan bahaya mengkonsumsi
telur palsu ini. Tidak hanya telur-telur palsu itu tidak
mengandung nutrisi apa pun, seorang profesor Universitas
China Hong Kong memperingatkan bahwa mengkonsumsi tawas
dalam waktu lama dapat mengakibatkan penyakit dementia (penyakit
mental yang serius yang dapat mempengaruhi kemampuan
berpikir, mengingat dan bertingkah laku normal). (ibp) |
|
|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|