|
Navigasi |
|
|
|
|
|
Warta Jemaat |
|
|
|
|
Layanan Jemaat |
|
|
|
|
Kegiatan Ouikumenis
|
|
|
| |
|
|
|
|
 |
|
Kasut |
|
23 April 2005
Ketika Aku Telanjang Kamu Memberi Aku Pakaian! (Mat 25:36)
Soekamto |
|
|
|
Laporan di bawah ini merupakan catatan perjalanan Pnt.
Martin Jan Watung yang mewakili pelayanan GKI Pondok Indah
untuk mengantarkan dan meneruskan bingkisan kasih jemaat
GKI PI di Tanah Papua. |
Tanah Papua yang terletak di ujung timur Indonesia
mempunyai luas sebesar tiga setengah kali Pulau Jawa serta
mempunyai kekayaan yang luar biasa berupa hasil-hasil
tambang, hutan dan laut dan lain-lain baik yang sudah
diolah maupun belum. Daerah ini memberikan sumbangan
terbesar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
RI yakni sebesar sekitar 20 persen.
Namun sangat ironis, karena hingga tahun 2005 ini sebagian
rakyatnya atau penduduknya, terutama mereka yang tinggal
di daerah pedalaman, masih hidup terbelakang karena mereka
masih belum dapat menikmati hasil-hasil pembangunan yang
diprogramkan oleh Pemerintah dari tahun ke tahun. Bahkan
masih terdapat sekitar 14 titik pemukiman masyarakat
pedalaman yang belum tersentuh dan terjamah tangan
Pemerintah serta belum tersentuh pekabaran Injil sekalipun
karena keterbatasan sarana dan prasarana perhubungan ke
tempat-tempat tersebut. Masih dapat kita temui puluhan
ribu penduduk yang belum berpakaian secara wajar (telanjang),
bahkan masih ada di antara mereka yang berperilaku kanibal.
Daerah-daerah terpencil dan terisolir inilah sebenarnya
yang menjadi sasaran para misionaris dari berbagai
denominasi gereja, bukan saja dari Indonesia, tetapi juga
dari manca negara, untuk menyebarkan Injil Yesus Kristus.
Mereka ini juga berusaha keras dan melibatkan diri dalam
upaya untuk membebaskan saudara-saudara kita di Papua yang
masih terikat kuat dengan tradisinya agar mereka dapat
hidup yang layak sejajar dengan saudara-saudaranya di
propinsi lainnya di Indonesia. Lebih dari itu, mereka juga
berupaya agar Injil Yesus Kristus dapat tertancap bagi
percepatan kedatangan-Nya yang kedua kali ke dunia ini.
Dalam kaitan ini, GKI Pondok Indah juga telah melibatkan
diri sejak th 2001 lalu ditandai dengan pengiriman
berbagai bingkisan Natal untuk mendamaikan masyarakat dari
dua desa yang sedang bertikai. Kemudian disusul lagi pada
th 2003 dengan ikut melayani warga gereja yang kurang
mampu melalui enam gereja, yaitu GKI Paulus, Syalom, Koya
Timur, Arso XII di Jayapura dan Keerom, GBI di Serui dan
Nabire dan Gereja Advent di Sarmi. Bingkisan serupa juga
diberikan kepada dua panti asuhan anak-anak pedalaman dan
tuna netra serta sebuah Pos Pekabaran Injil GKI di Aurina. |
|
Peranserta GKI PI |
Adalah mulia di mata Tuhan apabila kini warga jemaat GKI
Pondok Indah, baik melalui Komisi Pekabaran Injil,
Dikkesra, Panitia Paskah dan Panitia Natal maupun secara
pribadi atau keluarga, telah ikut serta mengambil bagian
di dalam perintisan untuk memperhatikan saudara-saudaranya
di Tanah Papua, khususnya di daerah pedalaman, agar mereka
dapat hidup layak di bumi yang Tuhan karuniakan kepada
mereka ini. Lebih dari itu agar berita suka cita dari
Tuhan melalui Injil dapat tersebar luas di seluruh Tanah
Papua dan dapat dinikmati secara berkesinambungan melalui
pelayanan ini.
Perlu pulanya dicatat di sini spontanitas beberapa warga
jemaat GKI Pondok Indah yang secara khusus telah
memberikan perhatian yang cukup besar dalam pelayanan di
Tanah Papua, seperti misalnya Ibu Ekiwaty Oentoro dan juga
Keluarga Ir. Rsd.
Ibu Ekiwaty Oentoro menyampaikan sumbangan bagi para
korban tsunami di Biak yang mengungsi ke pesisir pantai
Jayapura. Sumbangan tersebut berupa bahan-bahan bangunan
guna membangun pemukiman baru mereka di pantai Base G
Jayapura, di mana para pengungsi ini juga mengungkapkan
rasa syukur mereka atas uluran kasih Tuhan Yesus melalui
Ibu Ekiwaty ini beberapa waktu yang lalu.
Sementara Keluarga Ir. Rsd terpanggil untuk turut
memprakarsai pembangunan sebuah Rumah Ibadah dan Pos
Pembinaan Masyarakat Pedalaman/Suku Terasing di Kabupaten
Keerom yang berbatasan dengan Papua New Guinea. Untuk
pembangunan rumah ibadah ini kel. Ir. Rsd telah
menyediakan dana sebesar Rp 16 juta dan telah meminta Pnt.
Martin Jan Watung sebagai koordinator bagi pembangunan
tersebut. Pnt. Jan Watung sendiri sampai saat ini
sebenarnya masih terlibat dalam kegiatan misi gereja GKI
Papua berupa siaran radio. Siaran Radio Penginjilan (Suara
Kasih Agung) yang dibangun sejak th 1972 di bawah bendera
Yayasan Paulus, yang juga telah mendirikan sebuah rumah
sakit dan lain-lain.
Pembangunan rumah ibadah dan pos ini dilaksanakan pada
akhir th 2004 lalu oleh sebuah Tim Penginjilan yang
diketuai oleh Pdt. Harison Manurung dan dibantu oleh
seorang pendeta putra daerah bernama Pdt. Yohanis. Tim ini
telah bergumul melalui doa serta permohonan kepada Tuhan
Yesus sekitar tujuh tahun untuk dapat membangun sebuah
rumah ibadah dan baru memperoleh jawaban dari Tuhan tahun
lalu melalui Kel Ir. Rsd. Bila Tuhan menghendaki, maka
bangunan rumah ibadah ini akan diresmikan pemakaiannya
pada tgl 5 Mei 2005 mendatang.
Selanjutnya perlu kiranya dipikirkan kelanjutan bantuan
pelayanan pembinaan putra-putra pedalaman tersebut,
termasuk pembinaan di bidang pertanian, peternakan dan
lain-lain, sebab setelah menerima pembinaan selama dua
atau tiga tahun di Pos Pembinaan Masyarakat pedalaman itu,
putra-putra pedalaman tersebut akan kembali ke kampung
halaman mereka masing-masing dengan mengemban misi sebagai
penginjil-penginjil muda dengan disertai ketrampilan
khusus di bidang pertanian, peternakan dan lain-lain yang
mereka terima di Pos Pembinaan.
Pada waktu dilakukan persiapan bagi pembukaan lahan untuk
mendirikan rumah ibadah dan pos pembinaan tersebut,
terdapat empat orang dari daerah pedalaman yang tengah
mengikuti program pembinaan di tempat tersebut. Dua di
antara mereka itu kini telah kembali ke kampung halaman
mereka menjadi penginjil di desa mereka.
Pada awal tahun 2005 ini, Panitia Natal 2004 dan Komisi
Pekabaran Injil GKI Pondok Indah mengirimkan lagi sebanyak
enam karton bingkisan untuk anak-anak suku terasing di
desa Korowai di Kabupaten Boven Digul di perbatasan RI-PNG.
Dengan melalui pengiriman bingkisan serta bantuan dana
bagi pembangunan rumah ibadah di pedalaman Tanah Papua
tersebut, sebenarnya jemaat GKI Pondok Indah telah
menunjukkan keterlibatannya dalam pelayanan untuk
memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus Yesus di ujung timur
Nusantara tersebut. Dengan demikian pelayanan yang telah
dilakukan oleh jemaat GKI Pondok Indah di Tanah Papua
tersebut sebenarnya sudah sesuai dengan firman Tuhan yang
terdapat dalam Mat. 25:40, yang berbunyi demikian:
sesungguhnya
segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari
saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya
untuk aku. (skt) |
|

|
|
>> Arsip
|
|
|
|
|
|