Kasut
21 Desember 2004
Persekutuan MPD Dengan Format Baru
S Soekamto & S.Iskandar
Kita semua mestinya sudah mengenal, apa itu Persekutuan Malam Puji dan Doa (MPD), yang diselenggarakan di GKI Pondok Indah setiap Kamis malam minggu ke-empat. Rasa-rasanya sudah cukup lama MPD ini berlangsung di gereja kita. Namun kini nampak terasa ada sesuatu yang baru dalam Persekutuan MPD ini, yang menurut ketuanya, Bpk. Sanny Iskandar, memang tampil dengan format baru.

“Ini kami lakukan sebagai upaya kami untuk memperbaharui diri guna menjadi berkat bagi semua jemaat,” katanya dalam percakapan dengan Kasut beberapa waktu lalu.

Diakuinya pula bahwa kendati program Persekutuan MPD ini telah berlangsung cukup lama di gereja kita, namun ada anggota jemaat tertentu yang menikmati persekutuan ini serta memperoleh berkat dari acara-acara di MPD ini.

Namun sejak akhir tahun 2003 lalu, yaitu saat terbentuknya kepengurusan baru di bawah pimpinan Bpk. Sanny Iskandar, di Seksi MPD, yang merupakan bagian dari Mabid Ibadah ini, muncul suatu kerinduan agar persekutuan ini dihadiri oleh semakin banyak anggota jemaat, agar dengan demikian akan semakin banyak pula anggota jemaat yang akan memperoleh berkat dari persekutuan MPD ini.

Langkah-langkah yang diambil
Untuk itu, Kepengurusan Sie MPD telah mengambil beberapa langkah guna lebih meningkatkan kehadiran anggota jemaat dalam Persekutuan MPD ini, antara lain dengan lebih meningkatkan keterlibatan pendeta dan anggota majelis (penatua pendamping) dalam menentukan program kegiatan, khususnya dalam pemilihan pembicara.

Menurut Pak Sanny, sesuai dengan nama program, yaitu Malam Puji dan Doa (MPD), maka isi dari Persekutuan MPD ini lebih ditekankan pada kesaksian serta persembahan puji-pujian dan doa syafaat. Kesempatan untuk menyampaikan kesaksian-kesaksian diberikan kepada anggota jemaat yang mempunyai permasalahan pribadi, perkembangan dan kemajuan gereja serta pergumulan bangsa dan Negara.

Untuk lebih menyemarakkan program ini, maka pengurus juga telah bertekad untuk lebih melibatkan semua badan-badan pelayanan (komisi, tim dan yayasan) serta wilayah. Keterlibatan mereka ini bukan saja hanya di program acara, tetapi juga di dalam kepengurusan, sehingga boleh dikata setiap komisi atau tim atau sub-komisi mempunyai wakil di dalam kepengurusan Seksi MPD. Selama ini dirasakan hanya Komisi Semawi saja, melalui paduan suara yang berada di bawah asuhannya, yang selalu melayani dalam Persekutuan MPD. “Dengan demikian akan sangat dirasakan bahwa MPD merupakan milik bersama dan tidak ekslusif milik kelompok tertentu saja,” kata Pak Sanny lebih lanjut.

Lebih jauh Pak Sanny juga mengemukakan bahwa di bawah kepengurusannya, akan diupayakan agar jalannya persekutuan akan lebih sesuai dengan “suasana GKI”, sehingga jemaat yang hadir tidak merasa “asing” dan “kaku.” Pilihan lagu-lagu dari Kidung Jemaat (KJ) maupun Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB) juga diutamakan yang sesuai dengan suasana Persekutuan MPD, tambahnya.

Selanjutnya dalam percakapan tersebut Pak Sanny juga mengungkapkan bahwa sejak awal tahun pelayanan 2004/2005 ini tema dan suasana persekutuan MPD disesuaikan dengan kebutuhan jemaat serta program komisi/gereja. Dia memberi contoh, yaitu ketika bulan Juni 2004 lalu, dengan bekerjasama dengan Komisi Pekabaran Injil, Persekutuan MPD mengundang pembicara Pdt. Hilda Pelawi dengan tema “Diberkati untuk Menjadi Berkat.”

Bulan Agustus lalu, saat bekerjasama dengan Sub-komisi Wanita, Grup Kolintang Sub-komisi Wanita juga mengisi acara tersebut dengan puji-pujian dan dalam bulan Oktober ini, berbarengan dengan Bulan Keluarga, Persekutuan MPD diisi dengan tema “Keluarga Yang Berdoa dan Memuji Allah.”

Selain diisi dengan kesaksian serta puji-pujian, pengurus juga berupaya untuk mengundang gereja-gereja lain guna memberikan kesaksian dan pujian dalam Persekutuan MPD. Selama ini sejumlah gereja, seperti GKJ Nehemia, GPIB Kharisma, GPIB Sumber Kasih dan GPIB Sejahtera, telah turut serta mengisi acara-acara di Persekutuan MPD dan secara khusus, GKJ Nehemia sudah sekitar dua tahun ini selalu rutin terlibat di dalam pelayanan di MPD melalui Paduan Suara mereka.

On time dan akrab
Pak Sanny, yang adalah mantan penatua dan mantan Ketua Mabid Kespel, selanjutnya menyatakan bahwa pihaknya akan selalu berusaha melaksanakan semua acara secara “on time”, yaitu antara pukul 19:00 s/d 21:00 WIB, agar pulangnya tidak terlalu larut.

Seusai acara, biasanya diisi dengan ramah tamah yang penuh suasana akrab, di mana jemaat dapat bertegur sapa serta menikmati kudapan ala kadarnya.

Ketika ditanya mengenai jumlah pengunjung, Pak Sanny mengatakan bahwa akhir-akhir ini jumlah kehadiran jemaat terasa stabil, yaitu berkisar antara 100 s/d 125 orang. “Ini tentu perkembangan yang menggembirakan bagi kami. Namun kalau mungkin, jumlah tersebut akan kami upayakan untuk terus meningkat,” katanya.

Perkembangan ini, katanya, tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh berbagai badan pelayanan serta wilayah, seperti Komisi Pemuda, Komisi Semawi, Komisi Anak, Komisi Perlawatan, Wilayah Pondok Indah, Wilayah Bintaro, Komisi Pekabaran Injil, Sub-komisi Wanita dan Sub-komisi Dewasa-Muda (keduanya dari Komisi Dewasa).

Pada akhir percakapan, Pak Sanny menghimbau agar jemaat bersedia meluangkan waktunya untuk bersekutu bersama dalam Persekutuan MPD agar dengan demikian jemaat dapat menikmati serta memperoleh berkat dari persekutuan tersebut. “Hal ini sesuai dengan kerinduan kami sebagai pengurus Seksi MPD, agar jemaat melalui persekutuan MPD ini, dapat memperoleh berkat serta menjadi berkat bagi semua jemaat,” katanya. (si/skt)

 

>> Arsip

   

Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah @ 2003